#kbmtatapmuka#beritalampung#wabahcovid-19

Zona Peningkatan Covid-19 Jadi Patokan Izin KBM Tatap Muka 

Zona Peningkatan Covid-19 Jadi Patokan Izin KBM Tatap Muka 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar. Lampost.co/Triyadi


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi covid-19. Di Provinsi Lampung juga jajaran pendidikan bersiap untuk melakukan kebijakan tersebut, namun tetap melihat situasi dan kondisi perkembangan panularan pandemi covid-19 di setiap daerahnya sampai ke tingkat kelurahan dan kecamatan.

Dimulainya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tersebut sesuai surat keputusan bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 pada 20 November 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar, mengatakan dalam penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi covid-19 termasuk di Provinsi Lampung akan dimulai pada Januari 2021. Namun, prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi covid-19 tetap pada kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga masyarakat, dan masyarakat.

"Ini tetap merupakan prioritas utama termasuk tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi Covid-19," katanya usai Rakor Satgas Covid-19 se-Provinsi Lampung dalam penerapan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 45 Tahun 2020 dalam menegakkan protokol kesehatan pada adaptasi kebiasaan baru di Ballroom Novotel, Senin, 23 November 2020.

Dia menyebutkan seluruh pemangku kepentingan agar mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka. Ia mengatakan Bupati/Wali Kota/Kakanwil Kemenag dapat mendorong semua sekolah melakukan kesiapan pembelajaran tatap muka dan Satgas Covid-19 agar mendukung SKB empat Menteri dalam membuat ketentuan pembelajaran dimasa pandemi ini.

"Dalam penentuan pemberian izin pembelajaran tatap muka, tetap pada kewenangan penuh pemerinah daerah /kanwil/kantor Kemenag. Pemberian izin dapat dilakukan secara serentak atau bertahap per wilayah kecamatan dan atau desa/kelurahan, bupati/wali kota perlu melakukan antisipasi kesiapan agar tatap muka tidak menjadi klaster baru dalam pendidikan," kata Pjs Bupati Lampung Selatan ini.

Sulpakar mengatakan Dinas Kesehatan juga agar meningkatkan peran puskesmas dalam menerapkan protokol kesehatan dan mendukung kesiapan sekolah dalam memulai pembelajaran tatap muka. Termasuk akan ada SOP (standar operasional prosedur) mulai dari masuk ke sekolah, memulai pembelajar, hingga sampai di rumah, untuk itu pentingnya peran keluarga/orang tua juga dalam pelaksanaan ini.

"Izin tatap muka ini boleh secara menyeluruh boleh berdasarkan kecamatan dan desa yang dinyatakan aman untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Dasar pemberian izin ditetapkan oleh daerahnya. Bila kecamatannya aman maka bisa bisa tatap muka," katanya.

Berdasarkan update kasus covid-19 di Provinsi Lampung periode data 18 maret sampai Senin, 23 November 2020 terdapat kasus konfirmasi positif sebanyak 3.182 kasus dengan rincian 60 kasus baru dan 3.122 kasus lama. Kemudian kasus suspek ada 127 kasus dengan rincian 26 kasus baru dan 101 kasus lama. Selanjutnya untuk kasus positif selesai isolasi sebanyak 1.870 kasus dan kasus konfirmasi kematian 154 kasus.

Untuk resiko kenaikan kasus zona merah (resiko tinggi) yakni Bandar Lampung dan Pesawaran. Untuk zona oranye (risiko sedang) yakni Lampung Selatan, Metro, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pringsewu, Tanggamus, dan Way Kanan. Kemudian zona kuning (resiko rendah) meliputi Pesisir Barat, Lampung Barat, Lampung Utara, Tulangbawang Barat, Tulangbawang, dan Mesuji.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait