#covid-19indonesia#zonamerah

Zona Merah Wajib Terapkan WFH 75 Persen

Zona Merah Wajib Terapkan WFH 75 Persen
Kasus covid-19 tinggi, perkantoran di daerah zona merah diminta WFH 75%. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.


Jakarta (Lampost.co) -- Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tahap X mulai diberlakukan dari 15-28 Juni 2021. Perkantoran yang masuk dalam zona merah harus menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen.

 

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dilansir dari laman Setkab, Selasa, 15 Juni 2021.

"Jadi untuk daerah-daerah berbasis PPKM Mikro (zona) merah itu kantornya 25 persen. Namun kantor itu harus digilir, artinya 25 persen itu bukan mereka yang itu-itu saja, tetapi harus diputar sehingga meyakinkan bahwa yang work from office (WFO) itu bergantian dan memastikan bahwa pekerjanya itu adalah standby di tempat mereka bekerja masing-masing," jelasnya.

Sementara untuk daerah dengan zona oranye dan kuning, tambah Airlangga, proporsi WFO dan WFH-nya sama dengan ketentuan sebelumnya, yaitu sebesar 50 persen.

Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar mengikuti apa yang sudah diputuskan oleh Kementerian Pendidikan, namun untuk daerah zona merah, kecamatan yang daerah zona merah 100 persen daring.

Airlangga menambahkan, pada periode PPKM mikro kali ini, juga telah memasuki masa libur sekolah.

"Jadi kecamatan yang zona merah, belajar mengajar dilakukan secara online dua minggu," tegasnya.

Adapun pelaksanaan PPKM mikro tahap X ini akan diatur melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

"Terkait dengan daerah-daerah (zona) merah, antara lain Kudus, kemudian juga Bangkalan dan beberapa daerah, nanti Instruksi Mendagri-nya akan segera diterbitkan dan masing-masing daerah untuk membuat keputusan di daerah provinsi maupun di kabupaten/kota masing-masing," ujar dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait