#astra#pendidikan

YPA-MDR Konsisten Mencetak Guru Berprestasi di Wilayah Prasejahtera

YPA-MDR Konsisten Mencetak Guru Berprestasi di Wilayah Prasejahtera
Ketua Pengurus YPA-MDR Herawati Prasetyo dalam Dialog Spesial MetroTV Lampung. Dok Metro TV Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pendidikan mempunyai kontribusi yang sangat berharga dan signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa, tentunya juga bagi bangsa Indonesia. Terkait hal itu, Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR) menjaga asa dan komitmen untuk memajukan pendidikan Indonesia, khususnya di wilayah prasejahtera, terluar, terdepan, tertinggal, dan terdalam (4T). 

Ketua Pengurus YPA-MDR Herawati Prasetyo mengatakan YPA-MDR secara khusus didirikan PT Astra International sebagai bentuk kontribusi sosial berkelanjutan Astra untuk Indonesia Cerdas. Dalam hal ini, YPA-MDR berupaya memajukan pendidikan di daerah prasejahtera melalui empat pilar pembinaan, yaitu akademik, karakter, seni budaya, dan  kecakapan hidup.

“YPA-MDR berkeinginan memeratakan pendidikan di wilayah prasejahtera dengan daerah-daerah lain. Ingin menjadi penggerak kemajuan pendidikan di wilayah prasejahtera. Kami berharap guru dan murid bisa berprestasi, bisa mandiri, berkarakter baik, dan mampu membangun daerahnya, kata Herawati dalam dialog MetroTV Lampung, beberapa waktu lalu.

Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menjadi salah satu wilayah binaan YPA-MDR. Sejak 2010, sebanyak dua SMP dan sembilan SD di Kecamatan Tanjungsari dan Merbau Mataram mendapatkan pembinaan yang memberikan manfaat bagi sekolah. 

Baca: 'Pigur' YPA-MDR Jadi Pemacu Guru Sekolah Binaan Ciptakan Inovasi Pembelajaran

 

Selain Lampung, sekolah binaan YPA-MDR juga tersebar di kecamatan-kecamatan di Provinsi Banten, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Saat ini, total YPA-MDR telah membina 1.607 guru, 23.797 siswa, dan 110 sekolah binaan (jenjang SD, SMP dan SMK/SMA) yang tersebar di 13 kabupaten.

Meski di masa pandemi covid-19, kata Herawati, pihaknya konsisten membina serta mendorong para guru untuk berinovasi dan berprestasi. YPA-MDR mengkreasi ajang perlombaan inovasi pembelajaran bagi para guru, baik di wilayah binaan maupun di luar wilayah binaan, bekerja sama dengan Kemendikbud RI. 

Salah satunya, ajang Lomba Inovasi Karya Guru dan Rumah Pintar (Linkar). Herawati menjelaskan Linkar menjadi kompetisi berskala nasional kolaborasi antara PT Astra International Tbk dan Kemendikbud sebagai salah satu pra acara untuk Festival Pendidikan pada Mei lalu. 

“Para guru binaan YPA-MDR sangat antusias mengikuti Linkar tahun 2021. Total 82 karya inovasi dari para guru binaan kami telah diunggah ke sistem Linkar,” kata dia. 

Selain Linkar, YPA-MDR meresmikan pembukaan ajang kompetisi Pekan Inovasi Guru (Pigur) pada awal September lalu. Kegiatan ini sebagai bentuk konsistensi Astra dalam mengembangkan kompetensi dan daya cipta guru-koguru di sekolah binaan.

Menurut Herawati,  untuk mempersiapkan guru binaan mengikuti Linkar, YPA-MDR melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap guru-guru di bidang peningkatan kompetensi akademis. Guru-guru pun dipacu untuk melakukan inovasi pembelajaran di dalam kelas. 

Kami juga memberikan hibah atau bantuan penelitian terhadap guru-guru yang memiliki inovasi berupa media pembelajaran. Setelah media pembelajaran tersedia, guru binaan dibimbing oleh narasumber untuk membuat karya tulis mengenai media pembelajaran tersebut,” kata dia.

Setelah digunakan di dalam kegiatan pembelajaran, kata Herawati, para guru membagikan inovasi yang ditemukan kepada guru lainnya. Di masa pandemi ini, proses sharing inovasi pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih mudah dan lebih luas. Bukan hanya terhadap guru-guru binaan, tetapi juga guru-guru dari sekolah lain yang bukan binaan YPA-MDR,” kata Herawati.

 

YPA-MDR memotivasi guru

Yuni Mukti Hariyanti, guru SDN 2 Kertosari, Tanjungsari, mengatakan guru-guru di sekolah binaan YPA-MDR mendapatkan bimbingan agar menciptakan inovasi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah masing-masing.

"YPA MDR selalu memotivasi kami terus-menerus berinovasi. Kami selalu dimotivasi, dicarikan event perlombaan, dan dibina serta diberikan hibah," kata juara harapan Linkar 2021 kategori SD itu dalam dialog di MetroTV Lampung.

Yuni menciptakan karya inovasi pembelajaran bernama Zuma Karambia. Penggunaan media ini dapat menumbuhkan minat siswa berlatih soal operasi hitung bilangan secara mandiri, baik penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Media ini didesain untuk dimainkan oleh sekelompok siswa sehingga terjadi intensitas interaksi antarsiswa.

"Latar belakang pembuatan Zuma Karambia ini karena keluhan orang tua di sekolah yang banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka merasa terbebani harus beli kuota dan anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain game," kata Yuni.

Selain melalui ajang perlombaan inovasi pembelajaran, YPA-MDR juga menyiapkan program unggulan lainnya untuk mendukung prestasi sekolah dan para guru. Program tersebut seperti pembinaan 4 pilar (akademik, karakter, kecakapan hidup, dan seni budaya), Berbagi Inspirasi Insan Astra (Binar), metode pembelajaran Gasing (gampang, asyik, dan menyenangkan), dan School Collaboration System (SCS). 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait