#Yenny#Wahid#IMF#WorldBank

Yenny Wahid menggandeng investor Saudi utk membiayai proyek infrastruktur di Indonesia

Yenny Wahid menggandeng investor Saudi utk membiayai proyek infrastruktur di Indonesia
Yenny Wahid dan Konsorsium Kader Gus Dur memberikan pernyataan pers terkait arah politik pada Pemilu 2019 yaitu mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (ANTARA News/Imam Budilaksono)


JAKARTA (Lampost.co) -- Disela-sela pertemuan IMF/Worldbank, Yenny Wahid menggagas pertemuan antara menteri BUMN, Rini Soemarno, dengan dr Rahman Al Saeed, penasehat kerajaan Saudi dan ketua Komite Perdagangan Internasional Saudi (ICT), yang saat ini duduk dalam Board of Eminence Heritage Amanah Group, sebuah Private Investment advisory group, yang mewakili banyak grup konglomerasi besar asal Timur Tengah. 

"Saya melihat pada saat ini investasi dari Timur Tengah masih sangat minim di Indonesia, padahal Raja Salman sudah kesini bawa rombongan besar. Kenapa ini terjadi? Karena setelah itu ada hambatan komunikasi. Kita dan mereka sama - sama pasif, sehingga tidak ada investasi masuk yang signifikan," kata dia, Kamis (11/10/2018).

Selain itu kelompok Saudi yang tertarik masuk, cenderung menggunakan broker asing dengan fee tinggi sehingga harga proyek keseluruhan menjadi mahal dimata mereka. "Ini yang harus diubah. Sekarang langsung dipertemukan antara yang punya uang dan yang punya proyek, jadi lebih efisien," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, selama ini investasi Saudi cenderung diarahkan ke Amerika Serikat, "kita harus tarik untuk masuk ke Indonesia," tegasnya. 

Yenny mengapresiasi sambutan menteri BUMN yang langsung memberikan dukungan atas langkah2nya. "Ibu Rini mensupport total semua upaya kita. Karena ini akan menciptakan alternative funding atau sumber pendanaan alternatif, untuk proyek2 infrastruktur yang selama ini didominasi oleh perusahaan2 China." Jelasnya. 

"Ibu Rini bahkan mengatakan bahwa perlu ada kerjasama investasi khusus antara Saudi dan Indonesia, karena keduanya punya banyak kesamaan, yaitu market Muslim yang besar".
 
Sehari sebelum pertemuan, Heritage Amanah, diwakili oleh Presiden Direkturnya, Ibu Salina Noordin, telah menanda tangani sebuah perjanjian kerjasama dengan perusahaan BUMN, Bahana Capital Investment, untuk mendapatkan dana Timur Tengah sebesar 100 juta dollar atau 1 Trilyun untuk membiayai  proyek infrastruktur di Indonesia.

EDITOR

MI

loading...




Komentar


Berita Terkait