Wnaindonesiainggris

WNA Inggris Dilarang Masuk ke Indonesia

WNA Inggris Dilarang Masuk ke Indonesia
Kedatangan warga negara asing di bandara. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah melarang warga negara asing (WNA) asal Inggris masuk ke wilayah Indonesia. Aturan ini termuat dalam addendum Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

"Pelaku perjalanan WNA dari Inggris yang memasuki Indonesia baik secara langsung maupun transit di negara asing tidak dapat memasuki Indonesia," dikutip dari salinan SE Nomor 3 Tahun 2020 dikutip dari Medcom.id, Minggu, 27 Desember 2020.

Langkah ini diambil menyikapi dinamika yang sangat cepat terkait perkembangan covid-19. Terlebih, Inggris mengumumkan penemuan varian baru covid-19, yakni SARS-CoV-2 VUI 202012/01.

Pemutakhiran beleid tersebut juga mengatur syarat kedatangan pelaku perjalanan dari Eropa dan Australia ke Indonesia. Kedatangan warga negara asing baik secara langsung maupun transit harus menunjukkan hasil negatif dari tes real time polymerase chain reaction (RT-PCR) negara asal.

Hasil tes berlaku 2x24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Hasil juga mesti dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia. Pemeriksaan RT-PCR itu juga berlaku untuk warga negara Indonesia (WNI) dari Inggris yang akan ke Indonesia. Aturan mutlak ditegakkan.

WNI yang dinyatakan negatif dari negara asal harus mengikuti tes RT-PCR ulang ketika tiba di Indonesia. WNI mesti menjalani karantina selama lima hari bila dinyatakan negatif. Karantina di tempat yang diakomodasi pemerintah.

WNA juga mengikuti tahapan serupa. Tetapi, WNA akan karantina di hotel yang ditetapkan pemerintah dengan biaya mandiri.

Kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia diperbolehkan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama lima hari. Sedangkan diplomat asing harus dikarantina di tempat yang ditentukan pemerintah Indonesia.

"Dalam hal pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat ketibaan menunjukkan hasil positif maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung pemerintah dan WNA dengan biaya mandiri," bunyi aturan itu.

Aturan diteken Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada Selasa, 22 Desember 2020. Beleid berlaku hingga 8 Januari 2021.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait