#Covid-19#who#omicron

WNA Asal Negara Terpapar Covid-19 Omicron Dilarang Masuk Indonesia

WNA Asal Negara Terpapar Covid-19 Omicron Dilarang Masuk Indonesia
Aktivitas di bandara Franz-Josef-Strauss di Munich, Jerman, 8 April 2021. AFP/Christof STACHE


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah merespons cepat atas merebaknya varian covid-19 Omicron yang baru-baru ini terkonfirmasi di beberapa negara. Varian itu disebut mengandung 50 mutasi yang mempengaruhi kecepatan penularan dan kemampuannya untuk menghindari antibodi yang dibentuk oleh vaksin.

"Tetapi ini semua masih terus dipelajari oleh para ahli,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Minggu, 28 November 2021.

Dengan banyaknya mutasi tersebut, lanjut Menko Luhut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meningkatkan status varian tersebut menjadi variant of concern atau varian yang mengkhawatirkan dan memberikan nama varian baru tersebut sebagai varian Omicron. 

Baca: Indonesia Terima Ratusan Ribu Dosis Vaksin Novavax Asal China

 

Sampai dengan hari ini, ada 13 negara yang mengumumkan bahwa mereka sudah mendeteksi (confirmed dan probable cases) Omicron ini di negara mereka. Dimulai dari Afrika Selatan dan Botswana, varian Omicron ini ditemukan pula di antaranya di Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia dan Hong Kong.

“Melihat distribusi negara-negara tersebut, kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa varian Omicron ini sudah menyebar ke lebih banyak negara,” tegas Menko Luhut. 

Untuk menyikapi hal tersebut, pemerintah mengumumkan beberapa kebijakan penting yang dirangkum ke dalam empat poin utama. Pertama, melarang masuk warga negara asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari ke negara-negara seperti Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong.

"Kebijakan ini akan segera diberlakukan dalam waktu 1x24 jam," tutur dia.

Pelarangan tersebut, lanjutnya, akan berlangsung selama 14 hari. 

Kedua, WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin pertama akan dikarantina selama 14 hari. Ketiga, Pemerintah akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari luar negeri di luar kesebelas negara yang masuk daftar,  menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

Dan terakhir, tambah Menko Luhut kebijakan karantina ini akan diberlakukan mulai Senin, 29 November 2021 pukul 00.00 WIB. 

“Daftar negara yang ada dapat bertambah maupun berkurang berdasarkan evaluasi berkala yang akan dilakukan, Kementerian Kesehatan akan melakukan tindakan genomic sequencing, terutama dari kasus-kasus positif perjalanan luar negeri,” tegas Menko Luhut.

Pemerintah, menurutnya, akan terus mencermati perkembangan varian ini.

"Akan kita lihat bersama perkembangan varian ini dalam dua minggu ke depan, sehingga kerja sama baik dengan seluruh masyarakat maupun kerja sama internasional sangat diperlukan. 

Indonesia telah menangani kasus covid-19 dengan maksimal.

"Hal ini patut disyukuri tetapi perlu terus meningkatkan protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi, percepatan vaksin juga penting, vaksin tetap efektif dan harus terus digerakkan. Utamanya menjelang nataru, kita harus mengambil langkah antisipasi,” imbuh Menko Luhut. 

Terakhir, Menko Luhut terus mengingatkan kembali agar masyarakat harus tetap waspada tanpa perlu panik, dan mempercayai langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah ini sudah didiskusikan dengan para ahli.

“Kami mengambil langkah tengah, agar ada keseimbangan antara penanganan dengan kehidupan perekonomian kita. Terus tingkatkan protokol kesehatan, patuh dengan penggunaan PeduliLindungi, dan kerja sama kita semua dapat membuahkan hasil yang maksimal,” tutup Menko Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menekankan agar masyarakat tidak panik dalam menanggapi varian baru ini.

"Yang penting kita harus waspada. Setiap harinya para ahli dari seluruh dunia terus meningkatkan kemampuannya dalam mendeteksi covid-19. Yang diperlukan tentu ketaatan kita terhadap protokol kesehatan dan pemerintah akan berusaha dengan maksimal dalam mencegah ini semua,” imbuhnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait