#EkonomiSyariah#Digitaliasi

Wirausaha Muda Syariah Didorong Manfaatkan Teknologi Digital

Wirausaha Muda Syariah Didorong Manfaatkan Teknologi Digital
FOTO: Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2021, Bank Indonesia menyelenggarakan Talkshow Wirausaha Muda Syariah secara virtual, Minggu, 15 Agustus 2021.


Bandar Lampung (Lampost.co) – Di masa pandemi covid-19 sinergi membangun ekonomi kreatif dan keuangan syariah harus dimaksimalkan. Wirausaha muda diminta mengambil peluang dan tantangan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan dampak pendemi covid-19 sangat luar biasa di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Meskipun begitu potensi digital di Indonesia cukup menjanjikan.

"Baru 9% UMKM memanfaatkan teknologi, informasi, dan komunikasi secara optimal. Kemudian 83,32% usaha kreatif belum berbadan hukum, 88,95% belum memiliki HKI, 93,37% usaha kreatif menggunakan modal sendiri dan 92,56% usaha kreatif pendapatan rata-rata dibawah Rp.300 juta/tahun," katanya saat Talkshow Wirausaha Muda Syariah secara virtual, Minggu, 15 Agustus 2021.

Ia mengatakan ada tiga pilar utama pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berlandasan syariah yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Pihaknya juga membuat program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang menyasar lebih dari 30 juta UMKM.

“Peran generasi muda menjadi agen perubahan untuk mempromosikan pariwisata daerah, menggunakan social media sebagai platform promosi, mendukung pariwisata berkelanjutan, menerapkan prokes dan disiplin,” ujarnya.

Ia memaparkan tiga sektor yang sangat dekat berbasis halal dan toyib yakni kuliner, fashion, dan kria. Namun ada beberapa sektor yang menjadi pandemic winner yakni aplikasi teknologi informasi, permainan/game online, dan conten creator.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai perwujudan ekonomi syariah. Dengan adanya bonus demografi menjadi peluang untuk wirausaha muda untuk terus berkarya.

"Kegiatan ini sebagai upaya mendorong ekonomi syariah digenerasi muda. Saat ini ekonomi syariah terus berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini baik di sektor keuangan, makanan, kosmetik, busana, pariwisata dan sebagainya," kata Budiharto.

Ia mengatakan berdasarkan Global Ekonomic Indicator, Indonesia menduduki peringkat 4 dunia pada tahun 2020 dibawah Saudi Arabia, Turki dan Malaysia. Pencapaian tersebut membuat Indonesia mengambil andil yang cukup signifikan dalam ekonomi syariah, bukan hanya sebagai pasar konsumen namun berinovasi dalam ekonomi syariah.

"Oleh sebab itu ekonomi dan keuangan di tingkat regional perlu ditingkatkan kapasitasnya. Adanya pandemi covid-19 sangat berdampak, tetapi pekembangan ekonomi yang signifikan menjadi peluang dan tantangan bisnis yang menjanjikan," katanya.

 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait