#Kesehatan#VirusKorona

WHO: Donasi 1 Miliar Vaksin Covid-19 dari G7 Belum Cukup

WHO: Donasi 1 Miliar Vaksin Covid-19 dari G7 Belum Cukup
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat berada di Jenewa, Swiss pada 29 Mei 2021. (Fabrice COFFRINI / AFP)


Jenewa (Lampost.co) -- Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan bahwa jumlah vaksin Covid-19 yang akan didonasikan negara-negara G7 belum cukup untuk mengakhiri pandemi saat ini. WHO mengestimasi jumlah vaksin Covid-19 yang dibutuhkan dunia berkisar 10 kali lipat dari angka yang disodorkan G7.

Pernyataan WHO disampaikan setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa negara-negara G7 akan mendonasikan 1 miliar vaksin Covid-19. Dari total tersebut, 100 juta dosis berasal dari Inggris, dan 500 juta lainnya dari Amerika Serikat.

Namun Tedros mengatakan bahwa untuk benar-benar mengakhiri pandemi Covid-19, vaksinasi harus dilakukan terhadap 70 persen dari total populasi dunia.

"Untuk mencapai angka tersebut, kita semua membutuhkan 11 miliar dosis vaksin," ungkap Tedros, dilansir dari laman Euronews pada Sabtu, 12 Juni 2021.

Tedros menambahkan bahwa sejumlah negara sebaiknya membebaskan aturan lisensi vaksin untuk mendorong produksi. Skema semacam itu mendapat dukungan di AS, namun belum berlaku di Eropa.

WHO telah menetapkan target vaksinasi Covid-19, yakni sebesar 30 persen populasi dari semua negara di akhir 2021. Untuk mencapainya, WHO membutuhkan 100 juta dosis pada Juni dan Juli, serta 250 juta pada September mendatang.

Saat ini hampir separuh dari total populasi gabungan negara-negara G7 telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Namun di level global, jumlah penduduk dunia yang sudah divaksinasi masih berada di bawah 13 persen.

Untuk benua Afrika, total warga yang sudah divaksinasi bahkan hanya berada di angka 2,2 persen. WHO berulang kali menekankan bahwa kesenjangan vaksin antara negara kaya dan miskin merupakan masalah serius dalam penanganan pandemi.

WHO juga berulang kali menegaskan bahwa semua orang belum dapat dinyatakan aman hingga seluruh penduduk dunia terlindungi.

Baca:  WHO Desak Produsen Vaksin Covid-19 Bagikan 50 Persen Produk ke COVAX

Vaksin Slank untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait