#webinar#beritalampung#telkom#teknologi

Webinar Smart City dalam Mendukung Akselerasi Kesiapan New Normal

( kata)
Webinar Smart City dalam Mendukung Akselerasi Kesiapan New Normal
Foto: Dok/Telkom

Bandar Lampung (Lampost.co): Dalam menghadapi era kenormalan baru atau new normal, Telkom Regional 1 menggelar Webinar Smart City melalui akses layanan Cloudx yang mengangkat Tema Accelerate the New Normal Working Environment, Rabu,17 Juni 2020.

Webinar Smart City menghadirkan narasumber IPU Pakar Smart City Indonesia Marsudi Wahyu Kisworo, Direktur Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto, Senior Manager Smart City Development Wahyudi, Rektor Universitas Lampung Karomani dan Host Yessi Claudia AM BGES Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh EVP TR 1 Sumatera Machsus Kusuma Apriyono beserta jajaran Senior Leader TR 1 Sumatera, GM Witel Lampung Muhammad Yusuf dan para GM Witel se-Sumatera. Dari segmen government ikut bergabung dalam Webinar para wali kota, para kepala Dinas Kominfo, dari segmen edukasi telah join para rektor universitas, civitas akademik, karyawan TelkomGroup, dan mitra.

EVP TR 1 Sumatera Machsus Kusuma Apriyono (MKA) menyampaikan kesiapan yang dilakukan dalam menghadapi new normal bahwa Telkom Sumatera yaitu mengambil peran dengan menguatkan infrastruktur guna memberikan pelayanan terbaik terutama di area traffic tinggi dengan mengganti kabel tembaga menjadi kabel fiber optic. Melakukan fiberisasi diseluruh 154 kota/kabupaten di Sumatera.

Kesiapan infrastruktur dan service di kota besar, tambahan kapasitas gateway internet 2500Gbps menjadi 12000 Gbps dan tambahan kapasitas backbone 3000Gbps. Dimasa pandemi Covid-19, Telkom merespon apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Layanan Plasa Telkom dirubah menjadi Plasa Virtual. Telkom juga melakukan inovasi selama pandemi dengan menghadirkan layanan digital yang diperuntukkan bagi masyarakat seperti Aplikasi Peduli Lindungi dan media komunikasi UMeetme serta Cloudx, Layanan Spesial Task Force serta UKM Digital.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto mengatakan rencana jangka panjang lima tahunan Telkom yaitu transformasi yang akan diawali pada tahun 2020. Dengan dipengaruhi faktor internal dan eksternal maka dengan adanya Covid-19 kembali dilakukan validasi. Dalam situasi seperti ini dilakukan reborn yaitu bagaimana kita berfikir untuk menaikkan pendapatan daerah. Bagaimana data berpotensi memberi manfaat bagi daerah. Beberapa faktor utama yang mendukung yaitu pertama, kemudahan. Dengan memberi kemudahan maka masyarakat dan pelanggan dapat menggunakan dan memanfaatkan layanan digital dengan mudah. Hal ini akan berdampak pada peningkatkan pendapatan daerah meskipun dengan cara yang berbeda tapi tingkat kehidupan masyarakat dapat direcovery. Kedua, melalui layanan digital connectivity, digital service, dan digital bisnis Telkom memberikan solusi spesifik dan lebih dekat dengan end user. Telkom pun telah memiliki start up binaan yang tersebar diberbagai wilayah.

Marsudi Wahyu Kisworo, IPU Pakar Smart City Indonesia menyampaikan bahwa smart city merupakan kawasan yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan menggunakan solusi inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. 

“Ekosistem smart city ada tiga komponen yaitu pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Tiga komponen ini harus saling terlibat dan bekerjasama dengan didukung oleh sensing, measuring, analyzing, responding, dan thinking,” ujar Marsudi.

Rektor Universitas Lampung Karoman menyampaikan dalam menghadapi new normal, Universitas Lampung (Unila) mengimplementasikan physical distancing dalam penyelenggaraan berbagai aktivitas termasuk dalam aktivitas pendidikan.

Menurutnya, penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) merupakan solusi dalam memecahkan permasalahan keterbatasan ruang dan fasilitas dalam menerapkan physical distance. Pembelajaran dengan metode e-learning merupakan pengalaman belajar yang fleksibel yang memanfaatkan TIK dan dapat diakses kapan saja, di masa saja, oleh siapa saja, dan 80% Unila sudah melakukan metode pembelajaran fully online atau secara e-learning. Untuk mendukung aktivitas ini Unila sudah meningkatkan kapasitas layanan internet hingga 1,7 Gbps.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar