hipnotis

Waspada! Pelaku Hipnotis Berkeliaran di Rumah Sakit



BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pelaku kejahatan dengan modus menghipnotis korbannya berkeliaran di Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Tindakan kriminal itu memakan korban Cek Ya, warga Kelapatiga, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, yang kehilangan lima gram emas dan satu ponselnya usai diajak mengobrol dengan orang tak dikenal.

Cek Ya menjelaskan kejadian tersebut saat dirinya sedang menunggu kakaknya di ruang USG, sekitar pukul 14.00, Kamis, 25 Juni 2020. Tiba-tiba dirinya didatangi seoranng lelaki berkemeja rapih. Awalnya pria tersebut menanyakan alamat.

Saat itu juga terdapat seorang laki-laki yang duduk disampingnya yang alasannya turut menemani seseorang berobat. "Orang itu juga ikut ngobrol bersama kami. Tapi, ternyata itu komplotannya juga," kata Cek Ya saat ditemui Lampost.co, Jumat, 26 Juni 2020.

Tak lama berselang, pria tersebut mengeluarkan kitab kecil yang diciumkan ke korban dan mengajaknya ikut ke pojokan di rumah sakit. Di lokasi itu, dia diminta dua cincin yang dipakainya seberat dua dan tiga gram, serta ponselnya.

"Kerugian sampai Rp6 juta. Atas kejadian ini saya belum buat laporan ke polisi, baru laporan ke petugas keamanan RS saja. Saya sadar kalau barang-barang sudah hilang, waktu disuruh beli air mineral dan setelah balik orangnya tidak ada," ujarnya.

Sementara itu, kerabat korban, Ismail Zulkarnain mengatakan pihaknya telah menanyakan kejadian tersebut kepada pihak RS dan terkonfirmasi peristiwa tersebut akan disampaikan ke pimpinan.

"Saya menyesalkan di RS sebesar itu tidak ada kamera CCTV. Seharusnya diadakan CCTV lah, jadi kalau ada kejadian bisa melihat pelakunya. Apalagi perbuatan kejahatan bisa dimana saja. Selanjutnya, kami akan lapor ke polisi," kata Ismail.

Kepala Bagian Umum RS Urip Sumoharjo, Lia Amelia membenarkan kejadian tersebut dan menerima laporan korban usai kejadian. Sebab, petugas keamanannya menemukan sikap yang janggal dari korban yang membuang botol air mineral di sembarang tempat.

Saat ditegur, korban mengaku sedang kesal karena di hipnotis orang. Menurutnya, kejadian tersebut berada di bagian radiologi yang memang tidak terdapat CCTV.

Namun, dia mengaku secara umum kawasan RS tersebut terdapat beberapa titik kamera pengawas. "Dengan kejadian ini kami akan meningkatkan keamanan dengan meningkatkan patroli dan menambah titik CCTV," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait