#pialadunia2022

Wasit Legendaris Ini Sosok di Balik Injury Time Panjang Piala Dunia Qatar

Wasit Legendaris Ini Sosok di Balik Injury Time Panjang Piala Dunia Qatar
Masa injury time di Piala Dunia Qatar mencapai 14 menit. (foto: twitter)


Jakarta (Lampost.co) -- Piala Dunia 2022 Qatar menghadirkan beragam kejutan. Salah satu yang mencuri perhatian injury time atau tambahan waktu yang begitu panjang.  

Rata-rata tambahan waktu di Piala Dunia Qatar mencapai 6 menit, bahkan di beberapa laga ada yang mencapai 13 hingga 14 menit.

Salah satu contoh laga Iran vs Inggris dengan total tambahan waktu 24 menit. Rinciannya 14 menit di babak pertama dan 10 menit injury time di babak kedua.

BACA JUGA: Poin di Grup Sama, Begini Skema Lolos Grup Piala Dunia

Rupanya, sosok yang menjadi aktor pencetus ide (injury time) panjang tersebut adalah wasit legendaris asal Italia Pierluigi Collina yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Wasit FIFA.

Pria berkepala plontos tersebut menjelaskan keputusan itu agar memaksimalkan waktu yang terbuang selama pertandingan di waktu normal.

"Saat membahas waktu yang terbuang harus membedakan antara waktu terbuang karena pertandingan, atau waktu terbuang karena kesengajaan pemain," kata Collina.

"Dalam pertandingan rata-rata waktu terbuang 9 menit hanya untuk lemparan ke dalam," bebernya.

Collina menambahkan ide memaksimalkan waktu terbuang yang dilimpahkan ke injury time diterapkan saat edisi Piala Dunia sebelumnya di Rusia.

"Apa yang kami lakukan di Rusia (2018) menghitung waktu untuk kompensasi secara lebih akurat."

"Dan di Rusia kami mengatakan ke semua orang untuk tidak terkejut jika mereka melihat ofisial mengangkat papan elektronik dengan angka besar," bebernya.

Kini di Piala Dunia Qatar, Collina dan Komite Wasit FIFA sepakat menyempurnakan ide tersebut sehingga tambahan waktu menjadi lebih lama.

"Pikirkan sebuah pertandingan dengan tiga gol yang dicetak. Perayaan biasanya memakan waktu satu, satu setengah menit, jadi dengan tiga gol yang dicetak, Anda kehilangan lima atau enam menit," ungkapnya.

"Apa yang ingin kami lakukan dengan menghitung secara akurat waktu tambahan di akhir setiap babak. Kami sukses di Rusia dan kami mengharapkan hal yang sama di Qatar," tegasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait