#pilpres2024#pemilu2024

Warganet Khawatir Masa Jabatan Presiden Jokowi Diperpanjang

Warganet Khawatir Masa Jabatan Presiden Jokowi Diperpanjang
Hasil analisis emosi warganet berdasarkan data yang diterbitkan Cakradata menunjukkan mayoritas warganet merasa takut. Dok/Screenshot


Jakarta (Lampost.co) -- Cakradata mengeluarkan riset dengan judul ‘Pantauan Digital Perpanjangan Masa Jabatan Presiden.’ Hasil analisis emosi warganet berdasarkan data yang diterbitkan Cakradata menunjukkan mayoritas warganet merasa takut. Ketakutan tersebut terkait wacana penambahan masa jabatan presiden oleh beberapa tokoh politik secara terbuka di media.

“Emosi terhadap Masa Jabatan Presiden didominasi emosi takut sebanyak 53,1% dari warganet. Mereka merasa khawatir terhadap munculnya wacana penambahan masa jabatan presiden yang diungkapkan oleh beberapa tokoh politik,” demikian dikutip dari hasil Cakradata pada Rabu, 11 Januari 2023.

Selain emosi takut, Cakradata menjabarkan emosi warganet menjadi tujuh. Berdasarkan total mention selama periode 1-12 Desember 2022. Hasilnya menunjukkan anger (amarah) 2.284 mention atau 9,3%, sadness (sedih) 853 mention atau 3,5%, disgust (muak) 6.031 mention atau 24,5%.

Selanjutnya, joy (gembira) 316 mention atau 1,3%, anticipation (berharap) 675 mention atau 2,7%, surprise (terkejut) 585 mention atau 2,4%, dan trust (percaya) 812 mention atau 3,3%.

Isu terkait perpanjangan masa jabatan Presiden meningkat di tanggal 10 Desember 2022. Hal tersebut disebabkan adanya pernyataan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo terkait penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait