#internasional#beritainternasional

Warga yang Rayakan Natal di Korut Bakal Ditembak

Warga yang Rayakan Natal di Korut Bakal Ditembak
Kim Jong-un di tengah pasukannya. AFP


Pyongyang (Lampost.co) -- Umat Kristen di Korea Utara (Korut) akan diburu dan ditembak di tempat jika ditemukan merayakan Natal. Hal itu diungkapkan salah satu pembelot yang selamat kabur dari Korut.

Di Korea Utara, kepercayaan apa pun selain menyembah dinasti Kim dilarang, sehingga memaksa orang Kristen untuk pergi ke bawah tanah untuk mempertahankan iman mereka. Tidak hanya dalam agama lain dilarang di negeri tersebut, tetapi 24 Desember adalah hari yang dimaksudkan untuk merayakan Kim Jong-suk, istri Pemimpin Tertinggi pertama Korea Utara, Kim Il-sung.

Berbicara kepada Express.co.uk, Timothy Cho, seorang pelarian dari Korut, mengungkapkan setiap warga Kristen yang ditemukan mempraktikkan keyakinan mereka, akan ditembak di tempat oleh regu penembak Korut.

Cho, yang sekarang bekerja untuk Open Doors, sebuah badan amal yang membantu mendukung orang-orang Kristen yang dianiaya, mengatakan: "Saya yakin mereka akan diburu.

"Itu tidak diragukan lagi,” ujar Cho, seperti dikutip dari Express.co.uk, Selasa, 28 Desember 2021.

"Rezim Kim akan mendesak rakyat untuk menunjukkan kesetiaan penuh mereka kepada keluarga Kim. Dalam waktu ini, jika ada yang ditangkap karena diam-diam merayakan Natal, mereka bisa langsung dibunuh,” tegas Cho. 

"Mereka masih membutuhkan otoritas untuk eksekusi publik, tetapi satu-satunya di mana mereka tidak membutuhkannya adalah untuk umat Kristen atau tahanan politik di kamp penjara. Jika mereka tidak merayakan istri Kim, tidak dapat dihindari apa konsekuensinya jika mereka ditemukan,” imbuh Cho.

Cho juga mengklaim kelahiran Kim Jong-il dimitologikan untuk meniru kelahiran Kristus. Hingga saat ini, Korea Utara berada di puncak daftar pantauan penganiayaan warga Kristen yang diwaspadai Open Doors.

 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait