#banjir

Warga Waydadi Baru Sukarame Minta Solusi soal Banjir Kiriman 

Warga Waydadi Baru Sukarame Minta Solusi soal Banjir Kiriman 
Kondisi rumah warga yang terendam banjir di Waydadi Baru, Selasa, 9 November 2021. Lampost.co/Eka Setiawan


Bandar Lampung (lampost.co)-- Hujan yang mengguyur sebagian Bandar Lampung, pada Selasa, 9 November 2021 petang, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk di Waydadi Baru, Sukarame, Bandar Lampung.

Hujan deras sekitar satu jam lebih, membuat sebagian wilayah Waydadi Baru terendam banjir.

Ketua RT 014 Waydadi Baru Dunan Khairi mengungkapkan air naik sekitar 40 cm atau selutut orang dewasa. Air yang meluap hingga memasuki rumah warga. 

"Di Jalan Nusa Indah 5, air setinggi lutut orang dewasa dan memasuki rumah warga," ungkapnya melalui telepon, Selasa, 9 November 2021.

Tidak hanya di Jalan Nusa Indah 5, hampir seluruh warga RT 014 mengalami kebanjiran. 

"Khususnya di Waydadi Baru RT 04/LK 2 kebanjiran karena kiriman dari daerah Way Halim dan dua jalur Korpri. Tolong kepada pihak terkait bagaimana dapat mengatasi persoalan banjir ini. Air udah masuk ke rumah-rumah warga," ungkapnya.

Baca juga: Hujan Deras Genangi Pemukiman Warga Kotabaru

Dunan melanjutkan seluruh warga Jalan Nusa Indah 5 dan Raflessia sudah melakukan gotong royong dengan membuat parit besar sepanjang jalan Nusa Indah 5. Bukan hanya itu, dua gorong-gorong besar juga dibuat dari hasil swadaya warga awal tahun lalu. 

"Tujuannya agar debit air dapat berkurang. Namun ternyata air kiriman dari arah Way Halim dan Jalur Dua Korpri semakin berlimpah. Akibatnya Waydadi Baru kebanjiran," jelas dia.

Persoalan ini juga dilaporkan kepada Pemkot Bandar Lampung. Namun, hingga kini belum ada solusi jangka panjang. "Jangan bilang kami warga tak mau gotong royong atau buang sampah sembarangan. Kami rutin turun bersih-bersih, bahkan parit besar dan gorong-gorong kami buat swadaya. Tapi volume air selalu bertambah," ungkap Dunan.

Ia berharap ada solusi cepat agar warga tak selalu khawatir dilanda banjir setiap hujan turun. 

"Kalau tidak, kami warga terpaksa mau tutup parit besar di Jalan Bypass yang menjadi tempat buangan air dari arah Way Halim. Supaya air dari sana tidak dikirim ke sini. Kami kebanjiran ini," tegas dia diamini warga lainnya. 

EDITOR

Wandi Barboy Silaban

loading...




Komentar


Berita Terkait