#hukum#narkoba#persidangang

Warga Way Ratai Pemilik Sabu 0,54 Gram Divonis Penjara 58 Bulan

( kata)
Warga Way Ratai Pemilik Sabu 0,54 Gram Divonis Penjara 58 Bulan
Suasana sidang melalui teleconference di PN Kelas IA Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan 10 bulan terhadap terdakwa atas nama Suherman (40), warga Tamansari, RT003 /RW001, Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, atas kepemilikan barang haram jenis sabu seberat 0,54 gram, dalam sidang vonis yang digelar, Senin,19 Oktober 2020.

Hakim Efiyanto dalam sidang virtual mengatakan terdakwa terbukti tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I berupa sabu seberat 0,54 gram.

Perbuatan terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Suherman dengan pidana penjara selam 4 tahun dan 10 bulan," kata Hakim Efiyanto.

Selain pidana penjara terdakwa juga diwajibkan membayar pidana denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. 

Putusan Hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa, dimana sebelumnya Jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun serta denda Rp1 miliar subsider 3 bulan.

Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas berawal pada saat terdakwa akan mengantar narkotika jenis sabu ke kontrakan di Jalan Arif Rahman Hakim, Jagabaya III, Way Halim, Kota Bandar Lampung, datang anggota polisi melakukan penangkapan.

"Penangkapan terhadap terdakwa berawal dari informasi dari masyarakat bahwa terdakwa telah melakukan penyalahgunaan narkotika. Ketika dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 3 plastik klip ukuran kecil," kata Hakim.

Bahwa berdasarkan Berita acara pemeriksaan Laboratoris Laboratorium Narkoba Badan Narkotika Nasional No 32 BS/VII/2020/Balai Lab Narkoba tanggal 03 Juli 2020 diperoleh kesimpulan bahwa barang bukti yang disita dari terdakwa adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait