vaksincovid-19unieropa

Warga Uni Eropa Akan Divaksinasi Covid-19 Saat Natal

Warga Uni Eropa Akan Divaksinasi Covid-19 Saat Natal
Ilustrasi vaksin, Foto: AFP.


Brussels (Lampost.co): Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, mengatakan warga negara pertama di organisasi kawasan tersebut akan divaksinasi virus korona (covid-19) pada Natal nanti. Von der Leyen juga memperingatkan negara-negara anggota harus segera mempersiapkan rantai logistik mereka untuk peluncuran ratusan juta dosis vaksin.
 
"Akhirnya ada cahaya diujung terowongan. Warga Eropa pertama mungkin sudah mendapat vaksinasi sebelum akhir Desember," katanya kepada anggota parlemen Uni Eropa, dilansir dari AFP, Rabu, 25 November 2020.
 
Badan Eksekutif UE memiliki perjanjian dengan enam pemasok vaksin potensial dan sedang mengerjakan kontrak ketujuh. Kesepakatan itu memungkinkan mereka membeli lebih dari 800 juta dosis lebih dari populasi blok itu yang berjumlah sekitar 460 juta orang.

Pada Selasa lalu, Brussels mengatakan akan menandatangani kontrak hingga 160 juta dosis vaksin virus korona eksperimental yang dikembangkan Moderna.
 
Tetapi Von der Leyen mengatakan bahwa meskipun vaksin itu penting, "yang penting adalah vaksinasi".
 
"Negara-negara anggota harus bersiap-siap sekarang. Kita berbicara tentang jutaan jarum suntik, kita berbicara tentang rantai dingin, kita berbicara tentang mengatur pusat vaksinasi, kita berbicara tentang personel terlatih yang ada di sana. Sebut saja. Semua ini harus dipersiapkan," tegasnya.
 
Von der Leyen mendesak warga Eropa untuk terus menghormati pembatasan, bahkan ketika tindakan tersebut merugikan bisnis, semakin merusak ekonomi yang dilanda virus corona dan membuat orang mengalami kesulitan sosial dan mental.
 
"Dengan hampir 3.000 kematian sehari, covid-19 adalah penyebab kematian nomor satu di UE minggu lalu. Rumah sakit tetap dalam tekanan, dan di beberapa daerah, beberapa unit perawatan intensif kewalahan," katanya.
 
"Kita harus belajar dari musim panas dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Terlalu banyak bersantai adalah risiko gelombang ketiga setelah Natal," kata Von der Leyen.
 
"Natal ini akan berbeda, dan ya, akan lebih tenang," pungkasnya.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait