#Covid-19#Tracing#Isoman

Warga Tubaba Menolak Di-tracing Usai Makamkan Jenazah Suspect Covid-19 

Warga Tubaba Menolak Di-<i>tracing</i> Usai Makamkan Jenazah Suspect Covid-19 
Tim satgas Covid-19 Tiyuh Candra Mukti memberikan bantuan bekal isolasi mandiri kepada warga suspeck Covid-19. (Foto: Lampost/A.Sobirin)


Panaragan (Lampost.co)-- Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba mendapat penolakan saat hendak melakukan testing, tracking, dan treatment (3T) ke keluarga yang memakamkan kerabatnya meninggal suspect covid-19 tanpa protokol kesehatan.

Tim terdiri dari Bhabinkamtibmas Polsek Tulangbawang Tengah, Babinsa Koramil Tulangbawang Tengah dan nakes Puskesmas Candra Mukti, yang hendak melakukan 3T pada Sabtu, 29 Agustus 2021. 

Meskipun keluarga bersedia melakukan isolasi mandiri di rumahnya, namun mereka menolak untuk dilakukan 3T dan bersikukuh bahwa kerabatnya meninggal dalam kondisi negatif covid-19. 

Menghindari peristiwa penolakan 3T terulang kembali, Kapolres Tubaba AKBP Sunhot P. Silalahi, membekali anggotanya dengan buku panduan tracer, dan melaporkan setiap kegiatan, kejadian ke Polres Tubaba.

"Bhabinkamtibmas harus lebih aktif dalam kegiatan masayarakat dan berpedoman pada buku panduan Tracer, dan selalu menjaga kesehatan serta menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas," kata Kapolres saat membuka kegiatan pembinaan peningkatan kemampuan dan memberikan buku panduan Tracer kepada Bhabinkamtibmas Polres Tubaba di Aula Griya Tirta Asri, pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait