pembangunanmal

Warga Terdampak Banjir Tolak Pembangunan Mal di Rajabasa

Warga Terdampak Banjir Tolak Pembangunan Mal di Rajabasa
kondisi drainase disekitar mal yang akan dibangun. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah warga di Jalan Nunyai, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, mengeluhkan rencana pembangunan mal di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Rajabasa. Sebab, dampak yang terjadi dari pembangunan itu dapat meningkatkan volume air, sehingga memperparah banjir yang kerap terjadi di daerah tersebut.

"Kabarnya dalam waktu dekat lokasi di pinggir Jalan Nunyai, tepatnya setelah SPBU dan SD itu akan dibangun mal dan apartemen," kata Septi (30), warga setempat, Rabu, 20 Januari 2021.

Keluhan tersebut diutarakan lantaran warga sekitar sudah kerap mengalami banjir. Dengan adanya pembangunan itu, warga pun mengkhawatirkan akan adanya banjir yang lebih parah dari sebelumnya.

"Sampai sekarang kami belum diajak bicara sama pihak pengelola. Pertemuan hanya pihak RT, Lurah, Camat dan tokoh adat di Jalan Indra Bangsawan. Tapi kalau di sana tak terdampak banjir," ujarnya.

Warga lain yang berada di Blok C Jalan Haji Salim mengatakan, jika daerah rumahnya sering mengalami banjir yang sangat tinggi jika hujan. "Kami hujan dikit saja langsung banjir sampai satu meter dan kondisi itu belum ada solusi. Tapi, sekarang malah mau dibangun mal, bisa lebih tinggi banjirnya ini. Sebab, memang aliran air kecil banget, nggak sampai dua meter lebarnya," kata Adam.

Ia sangat mengharapkan agar pemerintah turun ke lapangan guna melihat langsung kondisi rumah di daerah tersebut. "Coba dicek dulu biar langsung lihat kondisinya dan kalau ada pembangunan mal, sedangkan drainasenya kecil," katanya.

Ketua Karang Taruna, Aprizal Syani, mengatakan kabar pembangunan mal sudah diketahui sebagian anggota. Namun belum ada penjelasan dari pemerintah seperti Lurah dan RT kepada warga. "Kami mendukung 100 persen kemajuan kota, salah satunya jika ada pembangunan mal asal sesuai prosedur," kata.

Menurut dia, prosedur pembangunan yang baik bisa mencari solusi dan menjamin kenyamanan warga Rajabasa Nunyai agar tak terkena banjir. "Di kelurahan ini hampir 300 KK terdampak banjir. Dengan aliran drainase yang kurang pas dengan pemukiman yang pada, tampaknya akan menjadi kekhawatiran warga," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan terus mengawal semua pembangunan di Rajabasa Nunyai. " Jangan sampai warga yang terdampak. Semoga jika memang ada pembangunan segera ada juga solusi konkret," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait