#ekbis#inovasi#perdagangan#produkmakanan

Warga Tanjungkarang Timur Kembangkan Inovasi Kelapa Muda Menjadi Jeli

Warga Tanjungkarang Timur Kembangkan Inovasi Kelapa Muda Menjadi Jeli
Karsih menunjukkan produk kelapa jeli yang dibuatnya. Lampost.co/Atika


Bandar Lampung (Lampost.co): Salah satu cara mempertahankan ekonomi keluarga bagi yang terdampak di tengah pandemi covid-19, yakni dengan melakukan kegiatan jual beli berinovasi yang gemilang. Salah satunya adalah Karsih yang menyulap satu buah kelapa muda menjadi kudapan yang nikmat. 

Berawal dari melihat temannya yang tinggal di luar kota berbisnis buah kelapa muda, Karsih yang beralamatkan di Jalan Hi Said 2, No.44, Kotabaru, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung ini menyulap buah kelapa menjadi jeli dengan rasa yang nikmat. 

"Buah kelapa ini saya kupas kulit luarnya dan yang tersisa teinggal kulit arinya dan batok saja. Lalu air kelapa dan buahnya saya olah menjadi jelly dengan rasa yang nikmat," kata Karsih selaku pemilik dari Degan Jelly Lampung (Degla).

Ia mengatakan berawal dari pantauannya akan banyaknya pengusaha kelapa dan mendistribusikan buah yang kaya manfaat ini, sehingga ia suguhkan dengan cara yang berbeda bahkan ditambah dengan topping lain. 

"Bisa nikmati Degla ini variasi ya. Ada dugan jeli original, rasa gula aren, topping buah dengan isi seperti stroberi, anggur, dan macam-macam buah lain, serta kita juga ada minuman dugan (Sugan) dimana kombinasi susu dan air dugan," kata dia.

Meskipun terbilang baru memulai usaha kulinernya ini, Karsih merasa bahwa usahanya merupakan peluang yang besar karena masih jarang pedagang dugan yang berinovasi dengan menyulap minuman ini menjadi bentuk jeli. 

Untuk harganya sendiri sangat terjangkau, yakni dari harga Rp8 ribu sapai Rp30 ribu tergantung varian dan ukuran.

"Karena belum memiliki store pemesanan saat ini bisa lewat Goshop dengan nama Dugan Jelly Lampung, dan bisa juga datang ke rumah serta ada kurir pengantaran," jelasnya. 

Ia berharap bahwa masyarakat Lampung dapat berinovasi seperti dirinya sehingga dapat menciptakan makanan lain yang tentunya ramah di kantong serta unik.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait