#padatkarya#manfaat#lamsel#beritalampung

Warga Tanjungjaya Rasakan Dampak Program Padat Karya Tunai

Warga Tanjungjaya Rasakan Dampak Program Padat Karya Tunai
Masyarakat Desa Tanjungjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, rasakan dampak dari program padat karya tunai pemanfaatan anggaran dana desa di desa setempat, Rabu (12/12/2018). (Foto:Lampost/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co)-- Masyarakat Desa Tanjungjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengaku program padat karya tunai (PKT) dana desa (DD) yang digulirkan memiliki manfaat bagi masyarakat. Program ini dinilai telah membantu warganya karena mendapatkan income tambahan.

Seperti yang diungkapkan, Roni (35) warga desa setempat mengatakan dirinya mengapresiasi adanya program pembangunan yang melibatkan masyarakat sekitar. Sebab, program padat karya tunai itu sangat tersentuh dengan masyarakat. 

"Kami sangat senang kalau masyarakat sekitar dilibatkan dalam pembangunan. Jadi, masyarakat tidak hanya sekedar penonton saja. Dengan program itu, masyarakat yang nganggur bisa membuka lapangan pekerjaan," kata dia, Rabu (12/12/2018).

Hal senada diungkapkan, Sutomo (35) warga lainnya. Dia mengaku dengan adanya pembangunan jalan rabat beton dari anggaran DD itu, ia terbantu mendapat uang tambahan. Dimana, dalam satu hari bekerja mereka diberi upah sebesar Rp75 ribu per hari. 

"Biasanya saya bekerja sebagai buruh tani. Dimana, hasil yang didapatkan selama bekerja tidak menentu. Ya, lumayan dengan terlibat dalam pembangunan jalan bisa menutupi kebutuhan sehari-hari," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungjaya Ahmad Yusuf memgatakan saat ini pihaknya tengah membangun jalan rabat beton sepanjang 362 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,15 meter. Dimana, pihaknya menganggarkan sebesar Rp185,1 juta dari DD 2018 tahap ketiga. 

"Setiap pembangunannya kami melibatkan masyarakat sekitar dengan program padat karya tunai. Dimana, untuk upah pekarja HOK dianggarkan sebesar Rp38,3 juta atau 20,7 persen dari pagu anggaran. Bukan hanya itu saja, pembangunan yang lainnya juga sama dengan program padat karya tunai," kata dia. 

Yusuf mengatakan program padat karya tunai itu bertujuan supaya dapat memberikan kesempatan kerja dan tambahan upah kepada masyarakat menengah kebawah. "Pelaksanaan Padat Karya Tunai perlu mempertahankan gotong royong dan partisipasi dari masyarakat desa sehingga pembangunan yang dihasilkan dapat terpelihara dengan baik dan berkelanjutan," katanya. 

EDITOR

Armansyah

loading...

Berita Terkait

Komentar