medis

Warga Tak Perlu SIKM untuk Urusan Medis

( kata)
Warga Tak Perlu SIKM untuk Urusan Medis
Petugas memeriksa kelengkapan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta pengendara di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Antara Foto/Fauzan

Jakarta (Lampost.co) -- Warga yang hendak ke Jakarta karena keperluan medis tak perlu mengurus Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Warga yang memerlukan pelayanan kesehatan termasuk kategori yang dikecualikan dari larangan keluar masuk Ibu Kota.
 
"Jika ada yang sakit dan dirujuk ke RS di Jakarta, karena banyak di Jakarta rumah sakit rujukan, itu salah satu pengecualian, mereka boleh langsung masuk. Tidak harus mengurus SIKM," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Contohnya, petugas mendapati pasien yang butuh perawatan medis saat mengawasi pergerakan kendaraan keluar masuk Jakarta di Jalan Raya Pantura, Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat. Petugas mempersilakan kendaraan yang membawa pasien tersebut melanjutkan perjalanan ke Jakarta setelah mengecek kondisi fisik pasien.

"Pada saat kami melakukan pemeriksaan, ada satu mobil membawa yang sakit, patah tulang ditunjukkan, mau ke rumah sakit, kami persilakan," jelasnya.
  
Aturan yang mewajibkan warga mengurus SIKM untuk melintas keluar masuk Jakarta sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020. Pergub tersebut diterbitkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan guna membatasi orang keluar masuk Jakarta untuk mencegah penularan virus korona selama masa tanggap darurat bencana nasional covid-19.
 
Pasal 5 Ayat 1 Pergub 47/2020 mengatur sembilan kategori yang dikecualikan dari pembatasan tersebut dan tak perlu mengurus SIKM. Salah satu kategori yang dikecualikan adalah warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat beserta pendampingnya.
 
Pemeriksaan SIKM sebagai syarat keluar masuk Jakarta rencananya hanya berlaku sampai 7 Juni. Hal ini sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Nomor 5 Tahun 2020 yang menetapkan status tanggap darurat bencana nonalam nasional covid-19 berakhir pada 7 Juni.
 

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar