#Pembunuhan#Metro

Warga Sukadana Mengaku Jadi Korban Dugaan Percobaan Pembunuhan di Metro

Warga Sukadana Mengaku Jadi Korban Dugaan Percobaan Pembunuhan di Metro
Rifki Apriansyah usai melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Mapolres Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co)-- Seorang warga Sukadana mengaku menjadi korban percobaan pembunuhan usai pulang dari tempat hiburan malam di Bumi Sai Wawai.

Akibatnya, korban yang diketahui bernama Rifki Apriansyah (19) warga Jl. warga Jalan Karang Siyo, RT 10 RW 04, Kelurahan Negara Nabung, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur mengalami trauma dan kerusakan pada satu unit mobil Toyota Vios.

Data yang dihimpun Lampung Post, aksi percobaan pembunuhan tersebut terjadi pada Minggu, 17 Juli 2022 pukul 02.00. Saat itu, korban bersama rekannya diserang oleh belasan orang tak dikenal yang semula sempat terjadi keributan di Cafe Star One.

Baca Juga : Polisi Terus Kembangkan Kasus Pembunuhan Berencana di Lamteng

"Memang, sebelumnya di dalam kafe itu ada keributan sekitar jam 12 malam. Tapi bukan dengan saya, hanya saja mereka itu berbenturan dengan rekan saya," ujar Rifki Apriansyah kepada Lampung Post, Senin, 18 Juli 2022.

Dia menyebut, meskipun tidak ada sangkut-pautnya dengan para pelaku yang memang tidak dikenal, dirinya merasa dirugikan karena mobil yang dia kendarai hancur karena serangan benda tumpul dan senjata tajam.

"Pulang itu sekitar jam 02.00. kami itu beda mobil dan berhenti dulu di depan Gedung Sessat Agung. Pada saat itu kok mobil saya yang diserang. Saya merasa ketakutan dan langsung melarikan diri ke Polres Metro untuk meminta perlindungan," ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, Rifki sama sekali tidak mengenal satupun dari belasan pelaku yang mencoba membunuhnya. Bahkan sempat satu senjata tajam tertinggal akibat tertancap di kaca mobil miliknya.

"Sekitar 15 orang lebih, mereka semua pakai motor. Ada satu golok yang saat itu tertinggal didalam mobil dan sekarang sudah diamankan polisi," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Supriyadi yang merupakan paman korban meminta pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti atas percobaan pembunuhan yang dialami oleh keponakannya.

"Saya minta penegakan hukum ini sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia, mereka harus ditindak karena ini bukan kasus kecil, ini percobaan pembunuhan kepada keponakan saya itu. Kalau memang berlarut -larut kami selaku keluarga keberatan, anak ini kan trauma, syok. Dia tidak tau menahu, beda tempat ribut beda pula pelampiasan kekerasan, ini kekerasan berat," kata dia.

Dia meminta pihak kepolisian untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini Kominfo Kota Metro untuk mengungkap melalui rekaman CCTV yang ada.

"Untuk lebih lanjut bisa melihat rekaman CCTV yang ada di Kominfo, kita lihat siapa saja pelakunya dan berapa orang yang mengeroyok. Ditambah lagi kita perlu cek CCTV yang berada di tempat hiburan itu, kita lihat mereka ini awalnya ribut dengan siapa. Kami pihak keluarga tidak mau hal ini berlarut-larut, kita harap Polisi segera menangkap dan mengungkap kasus besar ini," pintanya.

Diketahui, korban telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolres Metro dengan nomor Laporan Polisi STTPL/ B/ 346/ VII/ 2022/ SPKT/ Polres Metro/ Polda Lampung.

Mobil yang dikendarai korban berjenis Toyota Vios warna putih dengan nomor polisi B 1528 ZEB mengalami rusak parah di bagian kaca depan, pintu kanan kiri dan bagian belakang. Selain itu, bodi samping penyok dan bemper belakang lepas.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait