#beritalampung#beritalambar#wisata

Warga Simpangsari Kelola Wisata Hutan Curug Kepala Naga

Warga Simpangsari Kelola Wisata Hutan Curug Kepala Naga
Wisata Curug Kepala Naga di Pekon Simpangsari, Lampung Barat. Dok/Warga


Liwa (Lampost.co): Warga Pekon Simpangsari, Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat sejak dua tahun ini mulai mengelola dan memanfaatkan potensi wisata Hutan Curug Kepala Naga di Kawasan Hutan Kemasyarakatan Wana Lestari di Register 44B, Pemangku Guntuk, Pekon Simpangsari, Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat.

Pemanfaatan dan pengembangan potensi wisata hutan itu adalah untuk peningkatan ekonomi bagi warga sekitar sekaligus sebagai upaya pelestarian kawasan.

Sukadi, salah satu anggota Kelompok Usah Perhutanan Sosial (KUPS) jasa lingkungan Curug Kepala Naga mengaku pengembangan dan pemanfaatan wisata Hutan Curug Kepala Naga ini telah dilakukan sejak 2020 lalu.

"Sejak 2020 lokasi wisata Curug Kepala Naga ini sudah mulai dikelola dan dikunjungi para wisatawan," kata Sukadi yang juga selaku Ketua HKm Wana Lestari Pekon Simpangsari itu.

Di lokasi tersebut, kata Sukadi, pihaknya telah menyediakan fasilitas umum yaitu toilet, gazebo dan musala. Namun demikian, pihaknya sampai saat ini belum mengenakan pungutan atau tarif masuk kepada pengunjung yang datang.

"Sebab untuk sementara sasaran utamanya adalah yang penting lokasi wisata itu bisa dikenal lebih dulu. Saat ini pengunjung bebas masuk karena masih tahap pengenalan dulu, yang penting bagaimana agar lokasi itu bisa ramai dulu," kata Sukadi

Selain untuk pengenalan, kata dia, juga dikarenakan sasaran utama dibukanya lokasi wisata hutan itu bukan wisatanya yang menjadi sasaran, namun yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan kelompok dalam rangka peningkatan hasil kopi dan turunannya yang pada akhirnya nanti hutan menjadi lestari dan petani setempat pun sejahtera.

"Sejak dibuka tahun 2020 itu sampai saat ini pengunjung masih gratis. Intinya saat ini masih tahap pengenalan dulu, yang penting bagaimana agar lokasi itu bisa ramai dulu," kata Sukadi.

Dia mengatakan untuk menuju ke lokasi untuk sementara hanya bisa menggunakan sepeda motor karena kondisi jalan belum memungkinkan untuk kendaraan roda empat.

Ia mengatakan lokasi menuju Curug Kepala Naga itu masuk ke dalam dengan jarak tempuh 15 km dari balai pekon dengan kondisi jalan masih tanah dan menggunakan sepeda motor.

Ia menjelaskan wisata hutan yang dinamakan Curug Kepala Naga tersebut dikarenakan tepat dibawah aliran air terjun terdapat bebatuan besar yang tersusun secara alami menyerupai bentuk kepala naga. "Tepat di atas bebatuan itu terlihat air terjun setinggi sekitar 20 meter," katanya.

Selain kesejukan hempasan air terjun, dari lokasi destinasi wisata hutan itu pengunjung juga disuguhi pemandangan alam bukit barisan. "Lokasi itu juga sering menjadi sasaran para touring. Bahkan ada yang dari daerah Jawa juga pernah datang ke lokasi wisata ini. Pengunjungnya sudah mulai ada tetapi belum ramai dan belum tentu ada tiap harinya," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait