#infrastruktur#jalanrusak#lamsel

Warga Rulungmulya Harapkan Pembanguan Jalan Seperti Desa Lain

Warga Rulungmulya Harapkan Pembanguan Jalan Seperti Desa Lain
Jalan rusak di Rulungmulya butuh perhatian karena banyak hasil buah-buahan yang bisa diangkut ke luar desa. (Foto:Lampost/Febi Herumanika)


Kalianda (Lampost.co) -- Desa Rulungmulya salah satu desa dari 26 desa di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Desa ini terkenal dengan sebutan surga buah.

Hampir semua buah-buahan melimpah di desa ini, bahkan masarakat sengaja bertanam buah untuk  dibuat wisata desa yang dapat dinikmati pengunjung dari luar daerah. Tetapi sayangnya jalan menuju desa ini hampir 100% rusak alias tidak pernah terjamah pembanguan sejak puluhan tahun lamanya.

Ratusan bahkan ribuan warga yang ada di desa tak pernah menikmati jalan mulus seperti desa lain, sehingga wajar jika mereka bertanya apakah desa ini mendapat perhatian pemerintah.

Kondisi jalan hancur, tidak sedikit kubangan menghiasi sepanjang jalan kalaupun bukan jalan kubangan, batu onderlagh  menghiasi sepanjang jalan lebih dari 4 kilo meter tersebut.

"Ada dua jalan kabupaten yang masih onderlagh panjang dua jalan sekitar 8 kilo meter harapan besar warga pemerintah daerah atau Provinsi Lampung memperbaiki jalan warga desa Rulungmulya ini," kata Musrodin, Minggu, 5 Desember 2021.

Menurut warga, setiap panen buah seperti durian, duku, jeruk, jambu, kelapa, dan buah-buahan lainya pembeli rata-rata menunggu di luar karena tidak sanggup kendaraan pengangkut jenis truk untuk masuk karena jalan rusak.

"Diantar pakai motor keluar hasil panennya, pembeli menunggu dari luar jalan desa ini, kalau masuk takut tidak kuat karena jalan rusak, " katanya.

Desa ini berbatasan langsung dengan 3 kabupaten lainya seperti Pesawaran, Metro, dan Lampung Timur, namun kondisi jalan cukup memperihatinkan jalan masih batu besar dan rusak, belum ada tanda-tanda ada perbaikan yang akan dilakukan  oleh pemerintah seperti desa lainya.

"Tidak ada tanda-tanda jalan akan diperbaiki sampai hari ini seperti desa lain yang sudah bagi-bagi jatah proyek jalan, " ungkapnya.

Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lamsel Sugiarto mengatakan dua jalan tersebut salah satunya memang sudah siap dibangun tetapi terkendala covid saat itu.
"Untuk jalan menuju balai desa sudah diusulkan dalam musyawarah rencana pembanguan desa kemarin, semoga dengan segera terbangun harapan kami ini," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait