#beritalampung#beritalamsel#budidaya#ketahananpangan

Warga Rejosari Budidayakan 30.000 Ikan Nila untuk Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Desa

Warga Rejosari Budidayakan 30.000 Ikan Nila untuk Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Desa
Pemerintah Desa Rejosari membudidayakan ikan nila 30.000 ekor untuk program ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co): Warga Desa Rejosari, Kecamatan Natar kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggelontorkan anggaran dana desa sebesar Rp88 juta untuk budidaya ikan nila program ketahanan pangan desa setempat. 

Kepala Desa Rejosari, Teguh Maulana mengatakan desanya menganggarkan program ketahanan pangan sebesar Rp88 juta dengan rincian pembelian bibit ikan sebanyak 30.000 ekor dengan anggaran Rp50 juta dan sisanya untuk pakan dan operasional kegiatan.

Menurut Teguh, anggara dana desa tahun ini tidak dapat membenahi infrastruktur seperti tahun-tahun sebelumnya dikarenakan ada kebijakan pemerintah pusat dari keseluruhan dana yang diterima desa 40% untuk bantuan langsung tunai. 

Tetapi, kata Teguh, untuk dana ketahanan pangan wajib setiap desa menganggarkannya, dengan begitu desanya membeli bibit ikan nila dengan harapan budidaya ikan ini berhasil. Menurutnya, jika nantinya berhasil selain untuk swasembada gizi perekonomian desa akan tumbuh baik. 

Baca juga:  Empat Desa di Padangcermin Terendam Banjir

"Program pemerintahan pusat harus secara bersama menuntaskan stunting dan kami siap menjalankan program itu dengan pemenuhan gizi lewat budidaya ikan seperti ini. Ini juga bisa menjadi contoh baik untuk masyarakat bahwa budidaya ikan bisa menghasilkan dan menumbuhkan ekonomi desa," katanya. 

Camat Natar Supi'ah mengatakan pihaknya telah melakukan monitor pelaksanaan program ketahan pangan berupa bantuan bibit perikanan.

"Hal seperti ini sangat bagus, selain untuk peningkatan ekonomi di desa, bisa juga untuk menuntaskan stunting karena nantinya ikan yang dipanen akan dirasakan oleh masyarakat," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait