#rob#banjir

Warga Pesisir Pesawaran Diimbau Waspadai Puncak Banjir Rob

Warga Pesisir Pesawaran Diimbau Waspadai Puncak Banjir Rob
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Pesawaran (Lampost.co) -- Warga di Pesisir Pesawaran diminta agar waspada terkait prediksi puncak banjir rob yang akan terjadi pada 31 Mei sampai 3 Juni 2022.


Kepala Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Syahrozi mengatakan, dirinya telah mengimbau kepada warga yang ada di wilayahnya agar mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi.

"Meskipun itu prediksi, namun kita selaku warga yang berada tepat di pinggir laut memang harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, salah satunya musibah banjir rob ini," ujarnya, Senin, 30 Mei 2022.

Dirinya mengatakan, banjir rob yang sudah pernah terjadi biasanya hanya menggenangi pemukiman warga saja. Namun pihaknya khawatir jika banjir rob disertai dengan badai.

"Yang kami khawatirkan ini disertai hujan angin, ini yang dapat menimbulkan gelombang bahkan bisa merusak. Tapi kalau banjir rob biasa tidak khawatir," ujar dia.

"Kami juga telah mengimbau kepada para nelayan maupun masyarakat yang berprofesi menyewakan kapal penyebrangan kepada wisatawan, agar selalu melengkapi kapalnya dengan alat keselamatan, seperti pelampung ataupun lainnya," sambungnya.

Sementara itu, Pengelola destinasi wisata Hutan Mangrove Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan, Toni Yunizar mengatakan, pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan mengingat gelombang laut mampu ditahan dengan hutan mangrove itu sendiri.

"Kalau untuk di hutan Mangrove ini sendiri tidak terlalu besar jika terkena banjir rob, karena sebelum air laut naik ke bibir pantai sudah terlebih dulu menghantam hutan mangrove, sehingga dampak air laut itu hanya menggenangi jalan namun tidak ada gelombangnya lagi," kata dia.

"Namun kita tetap mengimbau kepada wisatawan, agar selalu berhati-hati ketika berkunjung kelokasi kami pada tanggal yang telah diprediksi sebagai puncak banjir rob," katanya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat yang berada di pinggir laut, agar selalu menjaga kelestarian hutan mangrove, supaya kedepan jika terjadi banjir rob tidak terlalu berdampak apalagi hingga di pemukiman warga.

"Ini juga merupakan hasil kerja keras kita dalam menjaga kelestarian alam, karena jika tidak ada hutan mangrove ini kemungkinan dampak dari banjir rob ini cukup tinggi bahkan hingga ke pemukiman warga," ujarnya.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait