#Covid-19#pesisirbarat

Warga Pesisir Barat Lebih Pilih Mantri Ketimbang Tes Antigen dan Isolasi

Warga Pesisir Barat Lebih Pilih Mantri Ketimbang Tes Antigen dan Isolasi
Ilustrasi ruang isolasi khusus. Antara/Adeng Bustomi


Krui (Lampost.co) -- Beberapa warga Pesisir Barat yang mengalami gejala flu berat, pusing, batuk, dan demam lebih memilih berobat di rumah ketimbang memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Pasalnya, mereka takut jika dokter atau tenaga kesehatan mewajibkannya tes antigen lantas dinyatakan positif covid-19

Hal itu seperti diakui salah satu warga warga Kecamatan Pesisir Tengah berinisial A. Ia menceritakan pernah merasa demam tinggi dan batuk persis seperti yang biasa dicirikan sebagai gejala covid-19. Akan tetapi, ia lebih berinisiatif untuk menghubungi mantri yang kemudian memberikannya obat untuk diminum di rumah.

"Saya sakit selama 15 hari," kata dia, Selasa, 27 Juli 2021.

Baca: Banyak Warga Pesisir Barat Terpapar Covid-19 tapi Enggan Melapor

 

A sengaja tidak memberi tahu siapapun gejala yang diidapnya. Ia pun tidak pernah melaporkan ke Satgas Covid-19 baik di tingkat pekon maupun kabupaten.

Kisah senada dilontarkan S, seorang ibu rumah tangga yang menyebut empat dari lima anaknya mengalami batuk, pilek, dan sakit kepala hebat. Malahan, gejala itu juga turut menulari S dan suaminya. 

"Keluarga tetangga juga akhirnya ikut flu, batuk, dan demam. Kami memilih diam karena kalau ke puskesmas takutnya dinyatakan terpapar covid-19 dan semua orang menjauh karena takut bertemu," kata dia. 

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pesisir Barat, Tedi Zadmiko mengimbau warga agar tak takut untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit ketika mengalami gejala seperti terpapar covid-19. Menurut dia, penanganan covid-19 bukan sekadar pengobatan bagi yang terpapar, tapi juga memutus potensi penularan yang lebih luas. 

"Warga harus jujur dan jangan takut. Terkena covid-19 bukan aib," kata dia.

Tedi membantah jika semua yang memiliki keluhan medis akan langsung divonis positif covid-19. Ia juga mengatakan, pengobatan maupun pelayanan isolasi di rumah sakit maupun puskesmas tidak akan berlarut-larut dan merepotkan.

"Paling lama itu dua minggu. Melaporkan dan memeriksakan diri saat mengalami gejala bertujuan untuk kebaikan bersama," jelas dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait