#infrastruktur#jalanDesa#Lamsel

Warga Pertanyakan Proyek Jalan Kabupaten di Desa Mandah  

Warga Pertanyakan Proyek Jalan Kabupaten di Desa Mandah  
Warga Desa Mandah meminta menjelaskan mengenai ketinggian jalan cor beton yang dilakukan oleh kontraktor hanya 15 cm. (Foto:Lampost.co/Febi Herumanika)


Kalianda (Lampost.co) -- warga dusun Sumbersari, Blok Kidulan, Desa Mandah, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan pekerjaan fisik proyek jalan kabupaten yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan. 

Warga meminta pekerja proyek menjelaskan secara rinci mengenai ketinggian cor beton yang dilakukan oleh kontraktor hanya 15 cm, selain itu kondisi jalan beton  dibuat miring atau tidak rata, Padahal menurut warga anggaran yang dikucurkan negara untuk membuat jalan lebih dari Rp1 ,mliar. 

"Ini jalan kabupaten tapi ko dibuat seperti jalan desa tingginya hanya 15 cm ko bisa jalan desa kami dibuat seperti ini. Saya juga menyayangkan mengapa kondisi jalan tidak rata banyak miringnya. Mohon pak bupati atau pejabat penegak hukum tinjau pekerjaan jalan di Mandah ini, " kata Min (51) warga Mandah. 

Masyarakat hanya ingin jalan yang dibangun dari uang negara dapat bertahan lama tidak cepat rusak terlebih jalan tersebut sangat dinanti-nanti warga sejak sekian lama. 

Selain miring, ketebalan jalan seperti jalan desa hanya 15 Cm, kondisi jalan baru dikerjakan sudah mulai retak. 
"Tolong pak jangan mainkan perasaan warga dengan jalan asal jadi, masa jalan Kabupaten kalah dengan anggaran dan desa, " katanya. 

Diketahui perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut adalah CV Karang Agung dengan nilai  anggaran proyek Rp1,09 miliar . 

Rahaman selaku kontraktor dari proyek tersebut mengakui bahwa jalan tersebut memang kondisinya seperti  itu, yakni 15 cm dan itu spek dari dinas PUPR Lampung Selatan ukurannya. 

"Tanyakan ke Dinas mengapa tingginya 15 cm, kami dapat dari PUPR memang begitu ketinggiannya jadi jangan salahkan kami, " ujar Rahman saat di hubungi Lampost.co, Rabu, 20 Oktober 2021.

Persoalan cor beton tidak rata atau kondisi miring, Rahman juga membenarkan hal tersebut menurut dia pada saat mengecor jalan ada papan yang di bagian bawah patah saat tertimpa semen atas alasan itu jalan kondisinya miring. 

"Nantikan kiri-kanan jalan bakal di perbaiki lagi itu kan masih tahap pekerjaan masih mau dikerjakan lagi, " katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait