#Jalanrusak#Infrastruktur

Warga Palas Harapkan Perbaikan Jalan Bumidaya-Pulaujaya

Warga Palas Harapkan Perbaikan Jalan Bumidaya-Pulaujaya
Kondisi ruas jalan Desa Bumidaya-Desa Pulaujaya. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Masyarakat Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengharapkan ruas jalan Desa Bumidaya-Desa Pulaujaya, Kecamatan setempat mendapat perhatian dari Pemkab Lamsel. Pasalnya, ruas jalan yang melintasi tujuh desa itu rusak parah sejak lima tahun terakhir.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, ruas jalan milik kabupaten itu dipenuhi lubang dan lapisan aspal terkelupas. Terakhir ruas jalan sepanjang enam kilometer tersebut pernah diperbaiki di era Bupati Lamsel Rycko Menoza.

Menurut Winarya, salah satu warg Desa Bumidaya, kerusakan tersebut mengakibatkan akses transportasi masyarakat sekitar terhambat. Kerusakan itu diakuinya mempengaruhi harga jual hasil bumi seperti pertanian.

"Kerusakan sudah lama. Bahkan, ketika turun hujan lebat kondisi jalan seperti kubangan kerbau. Masyarakat berharap ruas jalan tersebut dapat diperbaiki guna menghindari kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan roda perekonomian masyarakat," kata dia, Selasa 6 April 2021.

Hal senada diungkapkan, Heri, warga Desa Bumidaya lainnya. Dia mengatakan ruas jalan milik kabupaten itu melintasi tujuh desa, yakni Desa Bumidaya, Tanjungjaya, Bumiasih, Bumirestu, Bumiasih, Bumiasri dan Pulaujaya.

"Masyarakat di tujuh desa ini mayoritas petani. Tentu dengn kerusakan ini mempengaruhi harga jual hasil produksi pertanian. Selain itu, kerusakan jalan ini kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Bumirestu Sukiman mengatakan pihaknya bersama enam desa lainnya setiap tahunnya mengusulkan perbaikan ruas jalan itu melalui e-Planing saat Musrenbang kecamatan. Bahkan, kerusakan makin parah membuat sejumlah masyarakat secara swadaya menimbun kerusakan jalan tersebut.

"Sudah kami usulkan e-planing saat Musrenbang Kecamatan. Kami yang mewakili masyarakat berharap Pemkab Lamsel dapat memperbaiki ruas jalan tersebut. Soalnya kerusakan ini mempengaruhi biaya angkut hasil bumi," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait