#penambangan#beritalampung

Warga Natar Tolak Penambangan Gunakan Peledak

Warga Natar Tolak Penambangan Gunakan Peledak
Mediasi masyarakat dengan PT BLJ di Kantor Camat Natar, Lamsel, Jumat, 16 April 2021. Lampost.co/Febi


Kalianda (Lampost.co) -- Masyarakat Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) bersama Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung mendesak ditutupnya kegiatan PT Bangun Lampung Jaya (BLJ).

Sebab, perusahaan tersebut melakukan penambangan dengan menggunakan bahan peledak. Hal itu terungkap dalam mediasi di Kantor Camat Natar, Jumat, 16 April 2021.

"Silakan perusahan berjalan tapi jangan pakai bahan peledak. Pakai teknologi yang lain jangan pakai bom," kata Direktur Walhi, Irfan. 

Sebab, meski perizinan perusahaan tersebut lengkap, namun tidak sertamerta bisa melakukan pelanggaran. Sebab, masyarakat desa pun tidak anti terhadap pembangunan. Namun, warga hanya menginginkan agar tidak adanya kegiatan pengeboman. "Cari teknologi lain," ujarnya. 

Sebab, dampak kegiatan tersebut menimbulkan lubang dari penambangan yang tidak bagus. Buktinya, terdapat dua anak meninggal dunia di dalam bekas tambang pada 2011. 

"Selain itu ada 80 rumah mengalami keretakan. Ada bongkahan batu yang masuk ke dalam rumah pada saat pengeboman terjadi," katanya. 

Sementara itu, Pimpinan Perusahaan PT BLJ, Lifan Indrawan, membatah dua anak yang meninggal dunia di lokasi tambang akibat kelalaian perusahannya.

Sebab, tewasnya dua warga tersebut saat mencuci kendaraan. Sementara untuk retakan rumah, pihaknya siap mengganti rugi jika terbukti akibat aktivitas perusahaan. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait