#radikalisme#pancasila

Warga Natar Diminta Tak Tergoda Paham Radikal Perongrong Pancasila

Warga Natar Diminta Tak Tergoda Paham Radikal Perongrong Pancasila
Camat Natar Rendy Eko Supri Yanto saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Pembinaan Idelologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan DPRD Provinsi Lampung 2021, di Desa Merakbatin, Kecamamatan Natar, Minggu, 10 Oktober 2021.  Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Warga di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) diminta tidak mudah terpengaruh dengan ideologi baru berpaham radikal yang berpotensi memecah-belah persatuan bangsa.

Camat Natar, Rendy Eko Supri Yanto menekankan, Pancasila adalah ideologi yang mampu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

"Kita sudah sadar bahwa ada banyak perbedaan  suku, bahasa, agama, dan lainnya. Tetapi perbedaan itu diikat oleh Pancasila, supaya kita tetap bersatu. Ada tulisan 'Bhineka Tunggal Ika' yang harus kita maknai meskipun berbeda tetapi tetap satu tujuan," kata Rendy, dalam Sosialisasi Pembinaan Idelologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan DPRD Provinsi Lampung 2021, di Desa Merakbatin, Kecamamatan Natar, Minggu, 10 Oktober 2021.  

Baca: Napi Teroris Gabung JAD Lampung karena Diiming-imingi Surga

 

Indonesia, kata Camat, tidak dibentuk dengan mudah. Akan tetetapi banyak proses perjuangan yang telah dilalui.

"Jadi, kalau ada ideologi yang masuk kita tidak akan terpengaruh. Mari tingkatkan wawasan kebangsaan kita," katanya. 

Rendy berpesan agar warga tidak gampang terbujuk ideologi lain yang mengancam eksistensi Pancasila.

"Jangan gampang dipengaruhi dari luar. Saya sangat berharap warga Natar, khususnya di Merakbatin sebagai simbol kecil yang akan tumbuh besar sekaligus berwawasan kebangsaan," tutupnya. 

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi, Lesty Putri Utami mengatakan, pihaknya rutin berkeliling untuk mensosialisasikan pentingnya peningkatan wawasan kebangsaan bagi warga demi menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia.  

"Karena sekarang banyak warga yang mulai tergerus dari ideologi Pancasila akibat adanya rongrongan paham luar yang berbau radikal," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait