#konflikgajah#lampungtimur

Warga Minta Kanal Pembatas untuk Atasi Konflik Gajah dan Manusia 

Warga Minta Kanal Pembatas untuk Atasi Konflik Gajah dan Manusia 
Musyawarah warga Dusun V, Desa Tegalyoso dengan Balai TNWK di Mapolsek Purbolinggo, Senin (1/11/2021). Dok Camat Purbolinggo


Sukadana (Lampost.co) –- Warga dan para petani Dusun V, Desa Tegalyoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, meminta kanalisasi sebagai pembatas antara desa penyangga dan areal Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Hal itu terungkap Senin (1/11/2021) dalam musyawarah antara warga Dusun V, Desa Tegalyoso, Kecamatan Purbolinggo dan Balai TNWK di Mapolsek Purbolinggo.

Selain warga, acara itu dihadiri Forkompimcam Purbolinggo, Balai TNWK diwakili petugas dari Seksi Wilayah II Bungur, serta Kepala Desa Tegalyoso, M. Yani.

Camat Purbolinggo, Amir Hamzah, menjelaskan pada musyawarah tersebut , warga meminta segera dibangun kanal pembatas antara desa penyangga dan areal TNWK. Kanalisasi itu bertujuan agar gajah liar dari areal TNWK yang akan keluar dan masuk ke kebun warga terhalang. Dengan demikian, konflik antara gajah dan manusia serta kerugian yang diderita warga dan petani dapat diminimalisasi.

Baca juga: Pemkab Lamtim Usulkan Pembangunan Kanal Atasi Konflik Manusia dan Gajah

Selain permintaan kanalisasi, akan ada kunjungan dari Balai TNWK ke rumah duka petani yang tewas diamuk kawanan gajah. Kemudian akan dilakukan evaluasi mengenai penempatan petugas Elephant Response Unit (ERU) TNWK. Selanjutnya, ada penjagaan dari Balai TNWK terhadap tanaman warga di kebun khususnya yang berbatasan langsung dengan areal TNWK.

“Itulah beberapa poin dari hasil musyawarah yang dilakukan di Mapolsek Purbolinggo, Senin (1/11/2021),” kata Amir.

Menurutnya, pada dasarnya baik warga maupun petani di Desa Tegalyoso berharap agar konflik antara gajah dan manusia yang terjadi sejak puluhan tahun itu segera menemukan solusi.

Diberitakan sebelumnya, Sutikno (55), petani warga Dusun V, Desa Tegalyoso, Kecamatan Purbolinggo, tewas diamuk gajah liar saat menunggu kebun jagungnya, Minggu (31/10/2021), sekitar pukul 20.00 WIB.

Menyikapi kejadian nahas tersebut, Bupati Lamtim M. Dawam Rahardjo, menyatakan Pemkab bersama masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan akan mengusulkan pembangunan kanal sepanjang tujuh hingga sepuluh kilometer. 


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait