perlintasankeretaptkai

Warga Menolak Penutupan Perlintasan KA di Bawah Fly Over Natar

( kata)
Warga Menolak Penutupan Perlintasan KA di Bawah Fly Over Natar
Ilustrasi. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT KAI Divre IV Tanjungkarang hingga Selasa, 11 Mei 2020, belum menutup jalur perlintasan langsung kereta api di km 25+3 di bawah flyover Natar. Namun, warga setempat tidak setuju jika jalur perlintasan tersebut sampai ditutup.

PT KAI pun belum melaksanakan sosialisasi ke masyarakat sekitar terkait penutupan perlintasan tersebut. "Iya, belum kami lakukan penutupan perlintasan tersebut," ujar Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Sapto Hartoyo, Senin, 11 Mei 2020.

Sapto menambahkan belum dilakukannya penutupan yang baru saja memakan korban jiwa tersebut karena pihaknya masih memiliki kegiatan lainnya di waktu yang bersamaan. Pihaknya juga belum bisa memastikan kepastian penutupan jalur tersebut, dan juga jalur liar lainnya. "Kami masih sibuk ke Baturaja, Mas," ujarnya.

Sementara Kepala Desa Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, M Arif menyebutkan secara umum warganya menolak penutupan jalur perlintasan kereta api tanpa penjagaan di km 25+3 Desa Natar atau tepatnya di bawah flyover.

"Pihak dari kereta api dan Dishub belum ada konfirmasinya. Namun, kami warga Desa Natar menginginkan itu portal tatap dibuka," ujarnya.

Dia menambahkan warga sekitar siap membantu penjagaan jalur tersebut 1 x 24 agar bisa dilalui dengan aman. "Ada warga yang sanggup menjaga secara bergantian ada gaji atau tidak demi keselamatan. Warga kami siap yang penting jangan ditutup," katanya.

Kondisi jalur tersebut memang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua karena dipasang beberaa patok besi dan kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Namun, warga sekitar, menurut Kades, bahkan berharap patok besi vertikal dicopot agar kendaraan roda empat bisa melintas dan mempermudah akses masyarakat sekitar.

"Warga siap menjaganya. Asal besi portalnya dibuka semua biar mobil bisa menyebrang dari lintasan itu. Nanti ada yang jaga 1 x 24 jam sambil mereka ada pemasukan. Saya bisa mengondisikan sebab ada pemasukan untuk warga yang jaganya," katanya.

Terkait fee penjaga portal seperti yang diusulkan, Kades memaparkan kalau pengendara yang melintasi jalur tersebut bisa memberikan imbalan sekadarnya. "Penjaga bisa minta sekadarnya jasa mereka untuk keamanan penyeberangan, enggak juga memaksa atau memeras, nanti saya sampaikan ke warga," ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan data dari PT KAI Divre IV Tanjungkarang, total ada 101 perlintasan resmi atau terjaga di wilayah kerjanya, sedangkan perlintasan tidak terjaga total ada 128, dengan perincian, 119 liar, 6 flyover, dan 3 underpass. Terkait rencana penutupan titik lainnya, KAI masih menunggu kondisi pandemi covid-19. "Untuk titik lainnya, melihat kondisi pandemi covid-19," katanya.

Wacana penutupan muncul ketika dua warga Bandar Lampung yakni, Albertus Aktiviani Laksana (52) dan Sulastin Aminatun yang berboncengan menggunakan sepeda motor Vega ZR warna hitam BE-6873-YQ tewas usai tertabrak kereta api babaranjang, Jumat pagi, 8 Mei 2020 pagi, di jalur perlintasan langsung tidak resmi Km 25+3 Natar.

Keduanya tertabrak, usai pulang dari pemandian air panas Natar dan hendak mampir untuk berbelanja ke pasar.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar