#Covid-19lampung#BERITALAMPUNGTIMUR

Warga Lamtim Terpapar Covid-19 Mencapai 1.639 Orang

Warga Lamtim Terpapar Covid-19 Mencapai 1.639 Orang
Ilustrasi: Medcom.id


Sukadana (Lampost.co) -- Selang satu hari bertambah drastis 24 orang lagi, jumlah warga Kabupaten Lamtim terpapar covid-19 mencapai 1.639 orang. Dari 1.639 orang yang terpapar covid-19 itu, 1.376 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Sementara warga Lamtim yang meninggal dunia akibat terpapar covid-19 tidak ada tambahan dan sama dengan sehari sebelumnya yaitu 110 orang.

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamtim, Mashur Sampurna Jaya, menjelaskan, pada Kamis, 10 Juni 2021, warga Lamtim yang terpapar covid-19 jumlahnya tercatat 1.615 orang. Satu hari kemudian bertambah lagi 24 orang sehingga sampai Sabtu 12 Juni 2021 jumlah warga Lamtim yang terpapar covid-19 mencapai 1.639 orang. Adapun tambahan 24 warga Lamtim yang terpapar Covid-19 itu 22 orang bergejala dan dua orang lagi tidak bergejala. 

Selanjutnya dari 1.639  warga Lamtim yang terpapar covid-19 itu, 1.376 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Jumlah warga yang sudah dinyatakan sembuh ini bertambah enam  orang dari sehari sebelumnya yaitu 1.370 orang. Sementara untuk warga yang meninggal dunia akibat covid-19, tidak ada penambahan dari sehari sebelumnya yaitu tetap 110 orang.

Dijelaskan oleh Mashur, covid-19 di wilayah Kabupaten Lamtim yang masih terus menyebar, sejauh ini sebagian besar masih juga berasal dari klaster keluarga dan tetangga dekat.

Oleh sebab itu, dia terus  mengingatkan dan meminta seluruh masyarakat Lamtim agar terus meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas. 

Mashur menambahkan disiplin dan kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M tersebut, harus terus dibiasakan dari diri pribadi, keluarga dan seluruh warga. Sebab disiplin dan kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan dimaksud merupakan kunci dalam penanganan covid-19 mengingat penyakit tersebut hingga kini belum ada obatnya. 
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait