#dbd#pancaroba#lamtim

Warga Lamtim Diimbau Waspada DBD Saat Musim Pancaroba

Warga Lamtim Diimbau Waspada DBD Saat Musim Pancaroba
Foto : Dok Lampost.co


Sukadana (Lampost.co) – Dinas Kesehatan Lampung Timur, mengimbau warga agar waspada terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab tidak lama lagi wilayah Lamtim akan memasuki musim pancaroba.

Dimana pada musim pancaroba tersebut, biasanya serangan penyakit DBD yang tergolong sangat berbahaya tersebut biasanya meningkat drastis.

Apalagi meski pada musim kemarau, sejak lima bulan terakhir atau sejak Juni hingga Oktober 2019 tercatat sudah 101 warga Lamtim yang terrserang penyakit DBD.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim, Nur Syamsu, Selasa 12 November 2019 menjelaskan, sebentar lagi Kabupaten Lamtim diperkirakan akan memasuki musim pancaroba. Iklim tersebut ditandai dengan peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.

Pada musim pancaroba tersebut, suhu udara biasanya agak lembab kemudian genangan air juga kerap ada dimana-mana. Kondisi suhu udara dan lingkungan sedemikian rupa itulah yang cukup mendukung berkembangnya nyamuk aedes aegypty yang menularkan penyakit DBD.

Karena itulah kata Nur Syamsu, pihaknya kembali mengingatkan seluruh warga Kabupaten Lamtim untuk mewaspadai meunculnya serangan penyakit DBD pada saat musim pancaroba nanti.

Apalagi pada musim kemarau saja penyakit DBD tersebut terus saja muncul dan menyerang warga di Kabupaten Lamtim. Dimana dalam kurun waktu lima bulan terakhir yaitu sejak Juni hingga Oktober 2019 tercatat sudah 101 warga Kabupaten Lamtim yang diserang penyakit DBD.

Ke 101 warga Lamtim yang diserang penyakit DBD dalam kurun waktu lima bulan terakhir itu secara perinci adalah, Juni tercatat sejumlah 34 orang, Juli (29), Agustus (21), September (2) dan Oktober (15).

“Karena itu kami kembali mengingatkan warga Kabupaten Lamtim untuk mewaspadai serangan penyakit DBD pada musim pancaroba nanti. Sebab jangankan pada musim pancaroba, pada musim kemarau saja serangan penyakit DBD tersebut tak pernah berhenti dan dalam kurun waktu lima bulan terakhir ini sudah 101 warga Lamtim yang diserang DBD,” kata Nur Syamsu.

Adapun langkah-langkah kewaspadaan yang harus dilakukan warga tambah Nur Syamsu misalnya, rajin menjaga sanitasi lingkungan, rajin mengamati dan memantau kondisi lingkungan sekitarnya.

Disamping itu langkah lainnya adalah, warga juga diminta agar selalu giat melaksanakan kegiatan 3M plus yaitu, menguras, menutup dan mengubur benda-benda yang memungkinkan bisa jadi sarang nyamuk. Kemudian berupaya memproteksi diri agar terhindar dari gigtan nyamuk aedes aegypty dengan menggunakan obat nyamuk atau cream pencegah gigitan nyamuk.

Proteksi diri tersebut harus dilakukan mengingat nyamuk Aedes aegypty tersebut biasanya aktif mulai pukul 8 hingga 12.00 kemudian dari pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait