#nataru#ppkm

Warga Lampung Diwanti-wanti tak Gelar Acara Jelang Nataru

Warga Lampung Diwanti-wanti tak Gelar Acara Jelang Nataru
Ilustrasi penyekatan jalan. ANTARA/Oky Lukmansyah


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung meminta masyarakat agar tidak menggelar acara yang mengundang keramaian jelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) demi mengantisipasi lonjakan kasus penularan covid-19. 

Kapolda Lampung, Irjen Hendro Sugiatno mengatakan, usai perayaan hari besar keagamaan maupun libur nasional, angka terkonfirmasi positif covid-19 cenderung mengalami peningkatan.

"Oleh karena itu kita tegaskan untuk Nataru tidak ada boleh ada keramaian. Kafe, tempat-tempat hiburan, dan alun-alun kota, semua tutup," kata Hendro, Minggu, 28 November 2021. 

Baca: Lima Pintu Masuk Bandar Lampung Sudah Disekat

 

Hendro menyebut, lonjakan kasus pasca libur Lebaran 2021 tidak hanya berdampak di Lampung, tetapi juga di provinsi lain. Menurutnya, lonjakan kasus akan kembali terjadi usai libur Nataru jika tidak dikontrol dari sekarang.

"Karena pengalaman kita setelah tahun baru naik, setelah libur Lebaran naik lagi. Karena menganggap virus ini seolah tidak ada, tetapi kenyataannya naik lagi," katanya.

Untuk itu dirinya telah menginstruksikan kapolresta/kapolres untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik keramaian, seperti di tempat ibadah, lokasi pariwisata, kafe, dan lainnya.

"Semua ini kami lakukan demi kebaikan bersama. Saya harap masyarakat dapat memaklumi situasi saat ini," kata dia.

Sementara itu, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto menambahkan pihaknya akan membentuk pos di pintu masuk Kota Bandar Lampung.

"Kita akan tanya sudah vaksin atau belum, kalau memang belum langsung kita berikan vaksin," kata Ino.

Dia menjelaskan, Polresta Bandar Lampung akan menjalankan tugas sesuai standar operasi kepolisian dalam menghadapi Nataru.

"Cek dokumen perjalanannya, kalau lengkap silakan masuk, tetapi kalau tidak, ya terpaksa kami putar balik," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait