#pajak#npwp#pemalsuan

Warga Lampung Diminta Waspada NPWP Palsu

Warga Lampung Diminta Waspada NPWP Palsu
Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Bengkulu-Lampung, Sarwa Edi. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat dan semua pihak diminta untuk senantiasa waspada mengenai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) palsu. NPWP merupakan tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak untuk melaksanakan hak dan kewajibannya.

NPWP dikeluarkan dan diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Untuk mengurus sejumlah dokumen administrasi ada yang mensyaratkan untuk melampirkan NPWP. Seperti saat mengurus pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), membuat badan usaha, membuka rekening, hingga untuk melamar kerja, mencairkan gaji, dan lainnya.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Bengkulu-Lampung, Sarwa Edi mengatakan, validasi NIK yang terkait NPWP dilakukan secara online dengan basis data yang berasal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

"Jadi jika palsu, berarti beda dengan basis data. Pasti enggak bisa digunakan," katanya kepada Lampost.co, Rabu, 29 Desember 2021.

Baca: Polisi Gerebek Pembuatan Dokumen Palsu di Wayhalim

 

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa berhati-hati. Pihak Disdukcapil dan kepolisian juga diminta untuk memperhatikan dan mengambil langkah penindankan secara tegas terhadap pemalsuan dokumen tersebut.

"Terkait NPWP, agar masyarakat tidak menggunakan KTP palsu. Karena dalam registrasi NPWP konsep validasinya bukan pada fisik, tetapi pada basis data dukcapil," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Eko Hadi Saputra (35) ditangkap karena diduga melakukan pembuatan sejumlah dokumen palsu. Penggerebekan oleh Polresta dilakukan di sebuah ruko di Jalan Raden Pemuka, Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Wayhalim, Bandar Lampung pada Rabu, 15 Desember 2021.

Ketika dimintai keterangan, para terduga pelaku mengaku sudah lebih dari dua tahun melakoni bisnis ilegalnya tersebut. Petugas menyita sejumlah barang bukti diduga dokumen palsu, seperangkat komputer dan mesin printer, tujuh buah buku tabungan BCA dan Mandiri, 40 lembar e-KTP, 49 lembar kartu NPWP, 11 lembar kartu mahasiswa berbagai perguruan tinggi.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait