#kemenag#ramadan

Warga Lampung Diimbau Bijak Sikapi Potensi Perbedaan Awal Ramadan

Warga Lampung Diimbau Bijak Sikapi Potensi Perbedaan Awal Ramadan
Tim rukyatul hilal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Gresik melakukan pemantauan. Dok Medcom


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung mengimbau seluruh umat Islam tetap menjalin kebersamaan, terutama dalam menanggapi adanya potensi perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan 1443 H/2022. 

"Perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa dan bagian dari rahmat Allah SWT. Tetap jaga kekompakan, kebersamaan, dan silaturahmi dalam mengawali Ramadan dengan semangat persaudaraan dan moderasi," ujar Plt Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Karwito, Jumat, 1 April 2022. 

Dia menjelaskan, dalam penentuan awal Ramadan terdapat beberapa metode, yakni hisab dan rukyat. Menurutnya, bagi yang telah menentukan awal Ramadan melalui metode hisab dipersilakan menjalani ibadah puasa sesuai keyakinan. 

Baca: Begini Ketentuan Pelaksanaan Ibadah selama Ramadan dan Idulfitri

 

"Kemenag sebagai bagian dari pemerintah punya standar yang menggabungkan hisab dan rukyat. Kami punya data hisab, tetapi rukyat baru akan dilaksanakan. Lokasi di Lampung ada di Bukit Gelompay Kalianda, dan satu lagi, di Kompleks Observatorium Itera," kata dia. 

Jika penetapan akhir bulan Syakban tidak bisa diketahui dengan cara rukyat, maka pemerintah akan mengistikmalkan atau menggenapkan Syakban menjadi 30 hari. 

"Mudah-mudahan Ramadan tahun ini mendatangkan keberkahan untuk kita semua segera bisa pulih sedia kala dalam menghadapi covid-19. Dan alhamdulilah tahun ini ada kelonggaran sehingga pelaksanaan ibadah bisa dilaksanakan," pungkasnya.   

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait