#beritalampung#beritalampungterkini#dbdt#kesehatan#3mplus

Warga Lambar untuk Mewaspadai dan Antisipasi DBD

Warga Lambar untuk Mewaspadai dan Antisipasi DBD
Ilustrasi. Dok


Liwa (Lampost.co) -- Masyarakat untuk mewaspadai dan mengantisipasi kasus demam berdarah dengue (DBD) saat musim hujan. Untuk itu, masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan melakukan 3M plus.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat Widyatmoko Kurniawan mengatakan mengingat saat ini curah hujan masih tinggi menyebabkan banyak genangan air yang rentan menjadi tempat berkembangnya nyamuk, seperti nyamuk Aedes aegypti. Tempat-tempat yang menjadi genangan air itu biasanya akan menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak.

Baca juga: Dapat 16.454 Dosis, Vaksinasi di Lambar Berlanjut 

“Kami mengimbau agar masyarakat rutin menguras dan menutup tempat-tempat penampungan air supaya tidak menjadi tempat nyamuk bersarang. Sebab, musim hujan dan musim peralihan cuaca rentan munculnya DBD,” ujarnya, Rabu, 9 November 2022.

Dia menjelaskan memang tiak semua wilayah di Lampung Barat rawan DBD karena iklim udaranya dingin. Bahkan, selama ini adanya kasus BDB rata-rata adalah kasus impor. Namun antisipasi tetap dilakukan apalagi belakangan ini ada beberapa daerah yang sudah muncul kasus DBD.

“Kasus DBD terakhir terjadi pada Oktober lalu di Kelurahan Way Mengaku dengan satu kasus. Namun, kejadian DBD itu belum diketahui apakah murni terjadi di Lambar atau karena impor. Sebab hingga saat ini kamui masih menunggu laporan hasil pemeriksaan dari puskesmasnya,” katanya.

Dia menambahkan selama 2022 sejak Januari—Oktober jumlah kasus DBD di Lambar mencapai 36 kasus. Dari 36 kasus itu, 21 kasus di antaranya tersebar di wilayah Kecamatan Balikbukit.

Kemudian di wilayah Puskesmas Batubrak satu kasus, Sekincau empat kasus, Buaynyerupa lima kasus, Puskesmas Pajarbulan satu kasus, dan Batuketulis empat kasus.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait