#demamberdarah#kasusdbd#kesehatan#beritalambar

Warga Lambar Diimbau Waspadai DBD

( kata)
Warga Lambar Diimbau Waspadai DBD
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ira Permata Sari. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co): Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Barat hingga akhir Mei lalu mencapai 81 kasus. 

Pada Mei lalu kasus DBD dilaporkan sebanyak 12 kasus sehingga total kasus DBD di Lambar sejak Januari-Mei 2020 telah mencapai 81 kasus. Satu diantaranya bahkan dilaporkan meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lampung Barat Cahyani Susilawati melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ira Permata Sari, mengatakan angka DBD selama 2020 ini telah mencapai 81 kasus dan diakui sudah tinggi dibanding pada tahun-tahun lalu. Namun, dilihat dari perkembanganya untuk bulan April dan Mei ini angkanya sudah cenderung turun.

"Sejak April lalu angkanya sudah cenderung turun bila dibanding pada Februari-Maret," kata Ira, Rabu, 17 Juni 2020.

Menurutnya, masih adanya kasus DBD yang muncul ini, salah satunya disebabkan masih adanya masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan. Terutama barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat-tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk penyebab DBD.

"Penyebabnya adalah masih adanya penampungan air yang tidak terpantau atau dibersihkan secara rutin sehingga menjadi tempat berkembangnya nyamuk aides aeghifty penyebab DBD," jelas Ira.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada karena sepanjang cuaca hujan dan panas terjadi, maka barang bekas yang bisa menjadi penampungan air seperti kaleng bekas, botol bekas, dan lainya akan berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk penyebab DBD.

Ia menambahkan jika melihat data laporan dari puskesmas dan rumah sakit kasus DBD, maka wilayah Balikbukit merupakan yang terbanyak di 2020 hingga Mei yaitu telah mencapai 28 kasus. Kemudian Puskesmas Sumberjaya dilaporkan 12 kasus, Puskesmas Buay Nyerupa 10 kasus, Puskesmas Fajarbulan 8 kasus, dan Sekincau 5 kasus. Sedangkan sisanya tersebar antara lain di Pagardewa dan lainnya.

Ira mengimbau agar warga mewaspadai dan rutin menguras dan menutup bak penampungan air serta membuang barang bekas yang bisa menyebabkan genangan air.

"Dikarenakan tahun ini merupakan tahun siklus perkembangan jentik nyamuk atau lima tahunan yang berpotensi meningkatnya kasus DBD," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar