#tutupakses#bandarlampung

Warga Labuhanraturaya di Bandar Lampung Keluhkan Akses Jalan Ditembok

Warga Labuhanraturaya di Bandar Lampung Keluhkan Akses Jalan Ditembok
Lokasi penembokan oleh pemilik tanah di Gang Mataram 3, Kelurahan Labuhanraturaya, Kecamatan Labuhanratu, Bandar Lampung, Sabtu, 18 September 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga Gang Mataram 3, Kelurahan Labuhanraturaya, Kecamatan Labuhanratu, Bandar Lampung, mengeluhkan akses jalan yang sering dilewati dipagar tembok oleh pemilik tanah.

Pagar tembok bata merah tinggi sekitar 3 meter dan panjang sekitar sepuluh meter itu menutupi jalan yang sering dilalui warga sekitar, jalan penghubung Gang Rukun 4 dipagar tembok sejak Senin, 13 September 2021.

Eka, warga yang tinggal di sebelah jalan yang ditutup, mengaku, warga sekitar diminta untuk membayarkan uang sebesar 1 juta per meter. Panjang tanah tersebut sekitar 29 meter sehingga warga diminta membayar sebesar Rp29 juta.

"Sebenarnya kalau jalan itu mau ditutup, kami tidak keberatan. Namun, dengan syarat, kami dibuatkan saluran air. Tetapi, pemilik tanah malah bilang itu bukan urusannya," kata Eka Handayani ditemui di lokasi, Sabtu, 18 September 2021.

Baca juga: Tembok Penutup Akses Ponpes Darul Ulum Pesawaran Dibongkar

Ia menjelaskan jika jalan tersebut tetap ditutup dan tidak diberikan saluran air, maka saat hujan deras akan terjadi banjir

"Kami keberatan apabila diminta membayar Rp29 juta untuk saluran air. Karena jalan ini hanya ditempati tiga rumah. Kalaupun kami nanti disuruh membayar, maka kami minta untuk membayar Rp14 juta meski sedikit berat untuk membayarnya," ujar dia.

Pemilik tanah Bambang membenarkan tanah tersebut miliknya. Ia memiliki surat sah.

"Ia milik saya. Sudah saya jelaskan berulang kali ke lurah. Tanya saja dengan dia,"katanya melalui telepon, Sabtu, 18 September 2021.

Lurah Labuhanraturaya, Yudi Kurniawan mengatakan, pemilik lahan H Bambang, warga Rajabasa telah memenuhi permintaan warga setempat. Permintaan tersebut yakni memberikan saluran air sekitar 30 cm kepada warga sekitar agar tidak terjadi banjir.

"Waktu itu tanah pinjam pakai sementara untuk jalan. Pemiliknya mau menutupnya ya hak dia. Tetapi, permintaan warga untuk saluran air sudah di berikan pemiliknya secara sukarela," ujarnya.

Baca juga: Tembok Penutup Akses ke Ponpes Darul Ulum Pesawaran akan Dirobohkan

Terkait pemilik tanah meminta satu juta untuk satu meter, Yudi sudah mengonfirmasi ke pemilik tanah ternyata itu tidak benar.

"Sejuta satu meter kata warga. Saya tanya ke pemiliknya mengeklaim itu permintaan masyarakat. Pemilik menghibahkan tanah 30 cm itu sudah sangat bagus. Karena tadinya itu hanya sementara pinjam pakai untuk jalan,"katanya.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait