#jalanrusak#pemkablampura#beritalampung

Warga Kotabumi Tuntut Pemerintah Perbaiki Jalan

Warga Kotabumi Tuntut Pemerintah Perbaiki Jalan
Jembatan penghubung warga dengan Kantor desa Kotabumi Tengah Barat telah rusak diterjang banjir hampir dua tahun tidak juga diperbaiki, Rabu (7/8/2019), sehingga mengganggu bahkan menelan korban kecelakaan sudah tak terhitung jumlahnya. Lampung Post/


KOTABUMI (Lampost.co) --  Masyarakat Desa Kotabumi Tengah Barat, Kecamatan Kotabumi mengeluhkan jalan penghubung pemukiman warga dengan balai desa disana. 

Pasalnya, selain bentuk jalan masih terlihat batu-batu andesit piranti dasar (underlagh), di tengahnya berada jembatan dengan keadaan rusak. Meski menurut warga disana telah beberapa kali diajukan kepada pemerintah, namun sampai dengan dua tahun belakang belum ada realisasi dilapangan.

Berdasarkan pantauan Lampost.co dilapangan, Rabu (7/8/2018), jalanan turunan dan tanjakan curam berada di tengah desa itu nampak memprihatinkan. Selain jalannya rusak, jembatan yang hanya dibuat seadanya dengan batang kelapa dirangkai. Selain itu, telah banyak menelan korban dari penggunaannya, terutama warga lalu-lalang dan beraktivitas  di kantor balai desa setempat.

"Cukup merisaukan sih, selain jalan demikian adanya jembatan ditengah aliran sungai itu rusak parah. Telah diperbaiki bersama warga dengan jalan gotong royong, cuma keadaannya begitu. Kalau yang jatuh melintas disana, beberapa diantaranya mengalami luka-luka bahkan sempat ada kendaraan roda empat menginap karena terhambat di jembatan itu, "ujar Yan, salah seorang warga melintas disana siang itu.

Hal itu diamini oleh Kades Kotabumi Tengah Barat, Mirwan. Menurutnya, pihak desa telah beberapa mengajukan perbaikkan kepada pemerintah daerah, bahkan pengakuannya telah masuk di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang disana. Namun, masih belum direalisasikan, meski telah diketahui sebelumnya oleh Kepala Daerah.

"Berkas sudah kita masukkan disana, tapi itu masalahnya belum juga direalisasikan. Bahkan saya langsung mengantarkannya dikantor Dinas PUPR, tapi masih begini, "terangnya.

Hal demikian, menurutnya cukup menyulitkan bahkan menuntut korban jiwa. Bahkan dilapangan, Pihaknya berinisiatif untuk memperbaikinya melalui dana desa. Namun tidak pernah ada jawaban pasti, sehingga tidak dapat berbuat lebih. 

"Itu masalahnya, kita sudah ajukan agar dapat dicover desa tapi belum juga ada alasan. Mereka hanya bilang tidak bisa, namun tidak ada tindakan dilapangan. Sehingga kami hanya bisa berdoa, semoga tidak memakan korban jiwa, "terangnya.

EDITOR

Fajar Nofitra

loading...




Komentar


Berita Terkait