#PAJAK#LAMSEL#PBB

Warga Keluhkan Tagihan Pajak Dobel di Natar

Warga Keluhkan Tagihan Pajak Dobel di Natar
Monitoring PBB di Balai Desa Mandah, kecamatan setempat, Rabu, 14 September 2022. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah warga desa di Kecamatan Natar mengeluh banyaknya tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB) masih dobel meski sudah sering kali diusulkan untuk dihapus. Hal ini terungkapkan saat monitoring PBB di Balai Desa Mandah, kecamatan setempat, Rabu, 14 September 2022.

Sekretaris Desa Mandah, Yuldi Ismail dalam penyampaiannya dihadapan petugas pajak meminta petugas pajak di Natar untuk tegas dalam hal memberikan surat penagihan pajak. Sebab masih banyak ditemukan tagihan ganda, selain itu nilai pajak tidak sesuai dengan kondisi bantuan.

"Sudah sejak lama dari tahun ke tahun persoalannya  hampir sama ada tagihan dobel di lokasi tanah yang sama. Masa yang muncul persoalan begini terus berarti nggak ada perubahan yang warga minta, saya mintalah ketegasannya," kata Sekdes Mandah.

Beberapa contoh lanjut Yuldi, ada sertifikat tanah sudah dipecah menjadi beberapa bagian tetapi induk dari sertifikat tanah masih muncul dalam tagihan PBB, anak dari sertifikat juga harus dibayarkan.

"Semestinya kalau sertifikat tanah sudah dipecah induk atau sertifikat lama kan dihapuskan tetapi ini masih ada. Kejadian ini hampir semua desa di Natar mengeluhkan," kata dia.

Warga lanjut Yuldi, bukan tidak mau membayar tetapi jika membayar dobel tentu keberatan. "Ini merupakan keluhan semua desa dan saya yang menyampaikannya. Tolong pak diperhatikan hal-hal begini biar warga tidak resah," kata dia.

Baru Hadiwibowo warga Kecamatan Natar mengatakan hal yang sama. Menurutnya sudah sejak 2017 dia mengusulkan beberapa surat tanah untuk dihapuskan dalam penagihan PBB, karena tanah yang ditagih sudah dipecah menjadi beberapa sertifikat.

Kepala Unit Bagian PBB Imanudin mengatakan, ke depan jika masih ditemukan kesalahan atau kekeliruan penagihan warga diarahkan untuk menemuinya untuk diperbaiki. Namun dia meminta jika surat tanah sudah sesuai atau tidak ada masalah silahkan dibayarkan terlebih dahulu.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait