#jalanrusak#infrastruktur

Warga Keluhkan Proyek Drainase dan Jalan Rusak di Branti

Warga Keluhkan Proyek Drainase dan Jalan Rusak di Branti
Puluhan tahun jalan sepanjang 2 Kilometer di Branti Raya rusak parah, pekerjaan drainase tidak selesai dikerjakan. Febi / Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang hampir seluruhnya rusak di Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Selain itu, ada beberapa proyek pekerjaan yang dinilai tidak beres, di antaranya pembangunan drainase di Jalan Abdul Gani, desa setempat.

Drainase yang dibangun oleh CV RRR Brothers dengan anggaran Rp198 juta tersebut disoroti masyarakat karena dibangun setengah. Warga Dusun Sidodadi, Kampung Baru, Desa Branti Raya tempat proyek ini dibangun menilai proyek tersebut gagal.

Selain pekerjaan proyek yang buruk, jalan di desa setempat juga kondisi rusak parah karena puluhan tahun tidak diperbaiki.

"Sudah 20 tahun jalan utama di desa ini tidak pernah diperbaiki. Drainase yang baru dibangun pun dikerjakan tidak layak padahal masyarakat di pedesaan sangat menantikan pembanguan yang bagus," ujar Tris (40), warga sekitar di temui di lokasi, Sabtu, 8 Mei 2021.

Menurut Tris, pekerjaan proyek drainase tersebut memang tidak pantas lantaran hanya dibangun satu jalur tidak dibagun di sisi kiri kanannya. "Faktanya memang begitu, kalau persoalan kenapa begitu saya kurang paham. Yang saya tahu di drainasenya nggak bagus," jelasnya.

Informasi yang dihimpun lampost.co, jalan utama tersebut memang direncakan akan segera dibangun. Namun pemerintahan desa menginginkan masyarakat untuk sumbangan membangun drainase di dusun tersebut.

Terkait ide sumbangan yang dibuat oleh aparat pemerintahan desa masyarakat tidak mau lantaran kondisi perekonomian masyarakat sulit.

"Kalau pas hujan, datang aja ke sini kayak sungai pindah. Jalan utama dipenuhi genangan air dari ujung ke ujung semua penuh," kata Tris.

Suwadi Romli, warga Natar menilai proyek serta jalan di Desa Branti tersebut semestinya ditinjau oleh penegak hukum untuk mengecek kebenaran yang beredar.

"Kalau ada tindak lanjut dari penegak hukum terutama Kejati Lampung, saya bertaruh kedepannya semua pembangunan di desa nggak akan ada yang bagus, bahkan bisa dibilang seperti di Desa Branti setengah jadi," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait