#BERITALAMPUNGSELATAN

Warga Keluhkan Perbaikan Jalan Rusak yang Tidak Maksimal

Warga Keluhkan Perbaikan Jalan Rusak yang Tidak Maksimal
Selesai diperbaiki Oktober 2020 lalu, kondisi jalan penghubung antara kecamatan Ketapang- kecamatan Penengahan, kabupaten Lampung Selatan rusak lagi, Selasa, 16 Februari 2021. (Lampost/ Aan Kridolaksono.)


Kalianda (Lampost.co) -- Masyarakat pengguna jalan raya simpang lima kecamatan Ketapang - simpang Gayam, kecamatan Penengahan, kabupaten Lampung Selatan kecewa. Pasalnya kondisi  jalan yang belum lama diperbaiki kini mulai rusak lagi, bahkan di sejumlah ruas terdapat kerusakan yang cukup parah.
 
Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan perbaikan jalan sepanjang sekitar 8 kilometer yang menghubungkan antara kecamatan Ketapang dan kecamatan Penengahan dengan melintasi lima desa itu mulai rusak parah.

Kerusakan terparah terdapat di  ruas jalan trans Cilacap, Desa Karangsari, dusun Siringdalam desa Sripendowo dan desa Bangunrejo , Kecamatan Ketapang.  Dimana, kondisi jalan yang berlubang dengan dipenuhi genangan air seperti musim hujan saat ini.

Supri (30), pengemudi truk yang melintasi jalan tersebut mengatakan bahwa, kerusakan ruas jalan tersebut diduga karena buruknya kualitas saat pengerjaan proyek pada akhir tahun 2020.  Ia menyebutkan, kondisi jalan tersebut berlubang dengan lebar dan kedalaman lubang bervariasi, namun yang paling parah lubang dengan diameter 2 meter dan kedalaman 10-15 cm.

“Masa baru empat bulan diperbaiki jalan sudah rusak lagi. Miris kan. Apa lagi saat musim hujan seperti sekarang ini kerusakan jalan tambah parah," ujarnya kepada lampost.co, Selasa 16 Februari 2021.

Kekecewaan terhadap mutu dan kualitas pembangunan jalan tersebut juga diungkapkan oleh Mulyono (43), Warga Dusun Trans Cilacap, Desa Karangsari kecamatan Ketapang. Sebagai pengguna jalan yang menghubungkan antar kecamatan ia merasa kecewa terhadap pekerjaan yang terkesan asal-asalan.

“Perbaikan jalan ini selesai sekitar Oktober 2020  lalu dan  saya warga sini. Namun  sekarang sudah rusak lagi,” keluh Mulyono.

Sebagai masyarakat, Ia mengaku kecewa dengan hasil perbaikan jalan tersebut, terlebih lagi belum lama diperbaiki sudah rusak kembali.  Padahal perbaikan jalan provinsi ini menelan anggaran yang cukup besar.

.
“Kami lihat perbaikan memang terkesan asal asalan," tandasnya. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait