#danadesa#pembangunandesa#beritatanggamus#laporandanadesa

Warga Keluhkan Hasil Pembangunan Dana Desa Sinar Mancak Asal Jadi

( kata)
Warga Keluhkan Hasil Pembangunan Dana Desa Sinar Mancak Asal Jadi
Pembanguna jalan rabat beton yang sudah mengelupas di Pekon Sinar Mancak, Tanggamus. Lampost.co/Abu Umarali


Kotaagung (Lampost.co): Pembangunan fisik dana desa di Pekon Sinar Mancak, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus dinilai warga asal jadi. Selain itu, honor bagi aparatur pekon setempat juga mengalami keterlambatan hingga 8 bulan.

Seperti yang dikatakan oleh CA, salah satu aparatur Pekon Sinar Mancak, jika pembangunan fisik dana desa tahun anggaran 2019 juga banyak sekali mendapatkan keluhan. Bahkan pihak Inspektorat juga dikabarkan sudah memberikan teguran agar diadakan perbaikan pembangunan baik rabat beton di 5 titik dan drainase di desa setempat.

"Saat pembangunan masyarakat juga tidak dilibatkan. Tiba-tiba sudah dibangun. Perbaikannya juga cuma disiram sama semen aja. Jadi ada 3 hal yang menurut penilaian kami menyalahi aturan," katanya.

Dengan adanya kejadian ini, dirinya meminta pihak yang berwenang menangani masalah itu untuk benar-benar teliti terhadap realisasi hasil pembangunan dana desa. Karena tujuan dari pemberian dana desa adalah guna memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Dana desa diperuntukan bagi pembangunan guna kesejahteraan masyarakat, bukan uang kepala pekon," ujarnya.

Dia mengatakan sudah 8 bulan belum menerima honor. Padahal honor yang diterimanya tidak begitu besar hanya berkisar Rp1 jutaan. Atas hal ini dirinya menyatakan jika kepemimpinan desa saat ini jelas mengesampingkan hak dari tenaga kerja.

"Sudah 8 bulan saya tidak menerima honor. Bukan cuma saya, tadinya hampir seluruh aparat tidak terima honor. Ada sebagian yang sudah dicicil," kata dia.

KL, 46, warga setempat mengatakan jika proses pembangunan dana desa tahun 2019 sudah dari awal dinilai menyalahi aturan. Karena tidak adanya keterlibatan masyarakat dalam realisasinya. Demikian juga dengan hasil pembangunannya yang hanya sekedar dikerjakan tanpa kualitas.

"Jadi wajar saja kalau baru dibangun, batu split rabat beton langsung kelihatan. Dari sini saja kita bisa menilai kalau adukannya sembarangan, asal lengket," kata dia.

Padahal, lanjutnya, dana yang digelontorkan pemerintah tidaklah sedikit, sampai diatas Rp1 miliar. Sementara hasil pembangunan yang didapatkan oleh masyarakat tidaklah berkualitas karena cepat rusak dalam tempo yang singkat.

"Kami berharap pemerintah bersikap tegas dan tidak tebang pilih. Supaya hasil pembangunan kedepan betul-betul bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Sementara saat hendak dikonfirmasi, nomor seluler Pj. Kepala Pekon Sinar Mancak, Johan dalam keadaan tidak aktif. Demikian juga saat didatangi ke kantor pekon, Lampost tidak menemukan satu pun pegawai staf atau pejabat pada saat jam kerja.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Berita Terkait


Komentar