#beritalampung#beritalampungterkini#jalinsumnatar#perbaikantambalsulam

Warga Kecewa Pekerjaan Tambal Sulam Jalinsum di Natar

Warga Kecewa Pekerjaan Tambal Sulam Jalinsum di Natar
Pekerja sedang melakukan pengerjaan tambal sulam di Jalinsum Natar. Masyarakat Natar kecewa karena hasil perbakan tidak sesuai dengan harapan. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Selain minimnya penerangan, tambal sulam jalan lintas Sumatra (Jalinsum) Kecamatan Natar, Lampung Selatan, kerap memakan korban akibat kecelakaan. Tercatat pada Agustus tidak kurang dari 10 orang kecelakaan akibat tambal sulam di jalan tersebut.

Pelaksana setiap pekerjaan tambal sulam tidak pernah terbuka siapa pekerja dari proyek uang negara itu dan berapa anggaran yang digunakan. Bahkan, setiap melakukan perbaikan tidak ada satu pun masyarakat yang dilibatkan.

Baca juga: Polsek Pakuanratu Patroli Lokasi Rawan Kejahatan 

Penelusuran Lampost.co, tambal sulam Jalinsum Natar menghabiskan anggaran Rp185.492.054.000. Anggaran itu digunakan juga untuk tambal sulam jalan by pass,  Bandar Lampung (Kota); Terbanggibesar, Gunungsugih, Lampung Tengah; ruas Tegineneng—Pesawaran; Sukadana, Lampung Timur, dan Metro. Pengerjaannya oleh PT Metro Lestari Utama beralamat di Jalan Abdul Kadir Munsyi No. 6 Punia, Mataram (Kota), Nusa Tenggara Barat.

Salah satu korban kecelakaan akibat jalan tambal sulam di Natar yaitu Herwandi, warga Desa Waisari, mengaku sempat satu bulan tidak bisa beraktivitas akibat kecelakaan di jalinsum itu. Dia membantah jika pelaksana dari tambal sulam bertanggung jawab terhadap para korban kecelakaan termasuk dia.

"Nggak ada itu tanggung jawab apa pun sampai hari ini dari pelaksana. Banyak yang kecelakaan waktu hari yang sama akibat tambal sulam tidak bagus itu," katanya, Minggu, 25 September 2022.

Tambal sulam yang dilakukan para pekerja tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Selain mudah rusak, tambal sulam itu kerap mengundang kecelakaan akibat hasil pengerjaan yang tidak rata.

Aji (35), warga Natar, mengaku kesal lantaran ruas Jalinsum tidak pernah bagus alias cepat rusak. Padahal hampir setiap waktu dilakukan perbaikan/tambal sulam.

"Ini baru sebulan ditambal rusak lagi, sekarang diperbaiki lagi mau sampai kapan seperti ini. Korban kecelakaan terus berjatuhan di jalan ini," katanya.

Dia juga meminta pekerja menjalankan aturan yang telah ditetapkan, seperti memasang papan pengumuman karena perbaikan jalan tersebut menggunakan anggaran negara yang tidak sedikit. "Jangan jadi bahan mata pencarian pelaksana, masa setiap bulan perbaikan terus. Kalau pekerjaan mereka bagus otomatis akan bertahan lama, " katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait