Kemanusiaan#Bansos

Warga Katibung Tak Berdaya dan Harapkan Bantuan

( kata)
Warga Katibung Tak Berdaya dan Harapkan Bantuan
Ahmad Safei (24) warga Dusun Temiang, Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Lampost /perdhana


KALIANDA (lampost.co) -- Sudut kamar berdinding bata merah itu hanya diterangai cahaya dari celah bambu yang menutupi jendela. Di ruangan itu terbaring pria yang tidak berdaya.

Sudah genap tiga tahun, pria yang sudah dikaruniai dua orang anak itu hanya bisa terbaring di tempat tidur yang terbuat dari sisa potongan kayu.

Bak kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga, hal yang sama di rasakan Ahmad Safei (24), warga Dusun Temiang, Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan itu.

Setelah terjatuh dari pohon durian setinggi 20 meter tiga tahun silam, ia hanya bisa pasrah dan berharap bantuan datang untuk sekedar menyambung hidup. Pria yang selama ini bekerja upahan memetik duku dan durian itu tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah mulai dari PKH, BPNT, BST dan BLT.

Setahun silam, pernah bantuan datang berupa kursi roda yang diantar Kepala Dusun setempat dan Babinsa, sejak saat itu tidak ada lagi yang datang memberikan bantuan.

Pascaterjatuh, istri dan orang tuanya berusaha mengobati ke rumah sakit. Namun, tak kunjung sembuh, akhirnya mencari pengobatan alternatif.

"Sudah bolak balik berobat, tapi tidak ada perubahan," kata Ajuji (60) ayah Ahmad Safei kepada lampost.co, Kamis, 20 Agustus 2020.

Dijelaskannya, pada waktu itu, anaknya hanya mengalami masalah tulang di bagian belakang setelah terjatuh dari pohon durian.

"Berobat medis tapi tidak ada perubahan akhirnya  ke tukang urut dan sangkal putung," ujarnya.

Dua ekor sapi miliknya  di jual untuk membiayai pengobatan anak ketiga dari lima saudara, namun ia tetap tidak mampu untuk duduk atau berdiri.

"Jangankan berjalan, duduk dan berdiri saja tidak mampu," ujarnya.

Selama ini, untuk berobat ke rumah sakit, ia mengandalkan BPJS, namun kesulitan yang dihadapinya untuk biaya hidup selama pengobatan.

"Sekarang ini makan saja sulit, gimana mau berobat," katanya.

Mereka sekeluarga hanya berharap bantuan dari masyarakat yang dermawan, karena sudah sulit mengharapkan bantuan dari pemerintah setempat.

"Harapannya, ada dermawan yang bisa membantu penderitaan kami," kata Sila (22) istri korban.

Terpisah, Kepala Dusun setempat, Darno (40) mengaku sudah menyampaikan usulan bantuan kepada Kepala Desa.

"Sudah saya usahakan agar Ahmad Safei dapat bantuan," ujarnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...


Berita Terkait



Komentar