#sampah#bandarlampung

Warga Kangkung Bandar Lampung Keluhkan Bau Busuk Sampah yang Menumpuk Puluhan Tahun

Warga Kangkung Bandar Lampung Keluhkan Bau Busuk Sampah yang Menumpuk Puluhan Tahun
Tumpukan sampah di RT 17, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandar Lampung, Senin, 4 Oktober 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandar Lampung mengeluhkan bau busuk dari tumpukan sampah yang berada di tengah permukiman dan bibir laut.

Pantauan Lampost.co, sampah yang menumpuk di RT 17, Kelurahan Kangkung itu terdiri dari limbah rumah tangga berupa kantung plastik, streofoam, wadah plastik,  bungkus makanan, dan sejenisnya.  

Warga setempat, Bambang (60) mengatakan, sampah yang menumpuk itu tidak diangkut sejak puluhan tahun sehingga mengeluarkan aroma tidak sedap.

Bahkan, kata dia, sampah-sampah tersebut ada yang menyumbat selokan rumah warga sehingga sering menyebabkan banjir di saat hujan turun. Tinggi genangan air akibat sumbatan tersebut rata-rata mencapai 60 centimeter. 

"Sampah di sini enggak pernah diangkut. Akibatnya gorong-gorong atau selokan saluran air mampe. Kalau hujan turun selama 30 menit langsung banjir," kata dia, Senin, 4 Oktober 2021. 

Baca: Dalih Renovasi, Lumpur Tinja Dibuang di Tepi Jalan TPA Bakung

 

Ia berharap perhatian pemerintah setempat atas keluhan warga akibat tumpukan sampah yang sampai menyumbat gorong-gorong tersebut. Warga membutuhkan alat dan petugas untuk mengeruk dan memindahkan tumpukan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Tumpukan sampah sudah puluhan tahun tidak dibersihkan, baunya sampai menyengat," katanya.

Sementara itu, Lurah Kangkung, Ediyalis mengatakan, tumpukan sampah itu justru ada karena kurangnya kesadaran masyarakat sekitar. Menurut dia, pihaknya sudah memasang papan larangan membuang sampah sembarangan.

"Kita sudah pasang banner imbauan, yakni larangan membuang sampah. Tetapi masih saja. Bahkan kita sudah turun mengambil sampah untuk memberikan contoh," katanya.

Selain itu, sampah yang ada di Kelurahan Kangkung itu juga merupakan kiriman dari dataran tinggi. Sebab, lokasi tersebut memang lebih rendah.

"Air naik, Kali Rawa Jaya naik dengan membawa berbagai sampah dari dataran tinggi," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait