#huniantetap#huntara#korbantsunami#beritalamsel

Warga Diminta Tetap Menempati Huntara di Way Muli Timur

Warga Diminta Tetap Menempati Huntara di Way Muli Timur
Ilustrasi Lampost.co


Kalianda (Lampost.co): Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan M.Darmawan membantah adanya perintah pengosongan Huntara di Desa Way Muli Timur.

"Atas perintah siapa mereka (warga) mulai mengosongkan Huntara. Sebab, pembangunan Huntap saja akan dilakukan secara bertahap. Pada April 2020 ini yang akan dibangun lebih dulu Huntap di Kecamatan Kalianda dan Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa," kata dia.

Darmawan meminta warga yang tinggal di Huntara yang lahanya tidak dibangun Huntap untuk tetap menempati Huntara.

"Kami tidak melarang para warga mengosongkan Huntara. Tapi, hendaknya dipikirkan lebih dahulu mau tinggal dimana. Kalau punya saudara atau famili yang siap menampung silahkan saja," kata dia.

Sejumlah warga terdampak bencana tsunami Lampung Selatan di Desember 2018 lalu merasa kebingungan tempat tinggal. Pasalnya, mereka yang kini menempati Hunian Sementara (Huntara) di Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, harus mengosongkan Huntara karena akan dibangun Hunian Tetap (Huntap).

Agus (40), salah satu warga setempat yang tinggal di Huntara mengatakan bingung harus tinggal dimana. Selain itu, dirinya masih mempertanyakan kepastian untuk mendapatkan Huntap dari pemerintah.

"Saya masih bingung mas, mau tinggal dimana karena untuk memindahkan peralatan rumah saya belum ada tempat. Apalagi sudah ada warga yang sudah mulai mengosongkan Huntara, karena lokasi Huntara itu katanya mau dibangun Huntap," katanya, Rabu, 11 Maret 2020.

Agus mengatakan untuk memindahkan peralatan rumah tangga miliknya membutuhkan lokasi dan biaya yang tidak sedikit. Sementara dirinya tidak memiliki biaya.

"Saya tidak punya lokasi untuk tinggal, sementara walaupun ada lokasi juga memerlukan biaya operasional untuk pembuatan gubuknya," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait